STRATEGI PENGHIDUPAN PETANI HHBK PADA AREAL HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) SIPATUO, DESA PUNDILEMO, KECAMATAN CENDANA,KABUPATEN ENREKANG


FITRIANI, FITRIANI (2026) STRATEGI PENGHIDUPAN PETANI HHBK PADA AREAL HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) SIPATUO, DESA PUNDILEMO, KECAMATAN CENDANA,KABUPATEN ENREKANG. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221073-fulll.pdf] Text
M011221073-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

FITRIANI. Strategi Penghidupan Petani HHBK Pada Areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) Sipatuo, Desa Pundilemo, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang (dibimbing oleh Makkarennu). Latar Belakang. Penghidupan masyarakat di sekitar kawasan hutan sangat bergantung pada pemanfaatan sumber daya alam, khususnya hasil hutan bukan kayu yang berperan penting dalam menunjang kebutuhan ekonomi rumah tangga.. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset penghidupan dan menganalisis strategi penghidupan petani hasil hutan bukan kayu pada areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) Sipatuo. Metode. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2025-Februari 2026 dengan menggunakan metode sensus terhadap 34 responden yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Sipatuo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pendekatan livelihood dengan skoring lima modal penghidupan yaitu modal manusia, alam, fisik, sosial, dan finansial serta analisis deskriptif untuk strategi penghidupan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai masing-masing modal penghidupan yaitu modal manusia sebesar 41,97 (tinggi), modal alam sebesar 48,55 (tinggi), modal fisik sebesar 45,51 (tinggi), modal sosial sebesar 42,05 (tinggi), dan modal finansial sebesar 33,2 (sedang). Secara keseluruhan, rata-rata nilai modal penghidupan sebesar 41,514 yang termasuk dalam kategori tinggi. Strategi penghidupan yang diterapkan petani terdiri dari strategi survival sebanyak 10 orang (29,4%), strategi konsolidasi sebanyak 23 orang (67,6%), dan strategi akumulasi sebanyak 1 orang (2,9%), dengan dominasi pada strategi konsolidasi yang menunjukkan kemampuan petani dalam menjaga kestabilan penghidupan melalui diversifikasi sumber pendapatan. Kesimpulan. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan penghidupan petani hasil hutan butan kayu dipengaruhi oleh kombinasi kelima modal penghidupan, dimana modal alam, modal fisik, dan modal sosial menjadi penopang utama, sementara penguatan modal manusia dan modal finansial diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 22 Oct 2026 02:24
Last Modified: 22 Oct 2026 02:24
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60124

Actions (login required)

View Item
View Item