Analisis Efektivitas Regimen Antihipertensi Golongan Calcium Channel Blocker (CCB) Tunggal Dan Kombinasi terhadap Profil Fungsi Ginjal pada Pasien Geriatri di RSUD Labuang Baji dan RS Universitas Hasanuddin Makassar


GASI, BERNADET PRILIA (2026) Analisis Efektivitas Regimen Antihipertensi Golongan Calcium Channel Blocker (CCB) Tunggal Dan Kombinasi terhadap Profil Fungsi Ginjal pada Pasien Geriatri di RSUD Labuang Baji dan RS Universitas Hasanuddin Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N011221013-6iUlVDSGs0bdfNBT-20260819142436.pdf] Text
N011221013-6iUlVDSGs0bdfNBT-20260819142436.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Terapi antihipertensi merupakan komponen utama dalam pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi, termasuk geriatri. Golongan CCB dapat digunakan sebagai terapi tunggal maupun kombinasi, sehingga perlu dievaluasi terhadap fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas regimen antihipertensi golongan CCB tunggal dan kombinasi terhadap profil fungsi ginjal pada pasien geriatri. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain retrospektif menggunakan data rekam medis pasien hipertensi geriatri di RSUD Labuang Baji dan RS Universitas Hasanuddin Makassar periode 2024-2025. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dan berjumlah 48 pasien. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, penyakit penyerta, durasi terapi, dan pola penggunaan antihipertensi. Perubahan tekanan darah dan fungsi ginjal dievaluasi berdasarkan perbedaan nilai awal dan akhir pada setiap regimen. Faktor yang memengaruhi efektivitas terapi dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil. Berdasarkan pencapaian target kontrol tekanan darah (<140/90 mmHg), regimen kombinasi CCB+ARB dikategorikan efektif, sedangkan monoterapi CCB dan kombinasi CCB+ACEI tidak mencapai target tekanan darah. Hasil evaluasi fungsi ginjal menunjukkan bahwa regimen antihipertensi tidak menyebabkan penurunan nilai eGFR dan peningkatan kadar kreatinin serum, meskipun kombinasi CCB+ARB menunjukkan peningkatan kadar kreatinin serum. Hasil analisis faktor-faktor yang memengaruhi perubahan fungsi ginjal, yang meliputi usia, komorbiditas (diabetes melitus), pola penggunaan antihipertensi, maupun durasi penggunaan obat, menunjukkan bahwa perubahan fungsi ginjal berdasarkan ΔeGFR (GFR akhir-GFR awal) maupun Δkreatinin (kreatinin akhir-kreatinin awal) yang dapat memengaruhi efektivitas terapi antihipertensi terhadap keparahan penurunan fungsi ginjal, tidak terdapat hubungan yang bermakna (p>0,05). Kesimpulan. Regimen antihipertensi, yaitu monoterapi CCB, kombinasi CCB+ACEI dan kombinasi CCB+ARB, dapat mempertahankan fungsi ginjal pada pasien geriatri, dan regimen kombinasi CCB+ARB efektif dalam mencapai target kontrol tekanan darah. Selain itu, faktor karakteristik klinis pasien (usia, jenis kelamin, komorbiditas, serta pola penggunaan antihipertensi) tidak berbeda secara signifikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Efektivitas, obat antihipertensi, fungsi ginjal, geriatri, tekanan darah
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 01:34
Last Modified: 22 Oct 2026 01:34
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60119

Actions (login required)

View Item
View Item