Analisis Efektivitas Biaya Omeprazol dan Ranitidin Pada Pasien Peptic Ulcer Di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid


Zila, Fadel Zifa (2026) Analisis Efektivitas Biaya Omeprazol dan Ranitidin Pada Pasien Peptic Ulcer Di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N011191109-HdsVy2gUnuYv9SqQ-20260806145416.pdf] Text
N011191109-HdsVy2gUnuYv9SqQ-20260806145416.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Peptic ulcer disease (PUD) atau Tukak lambung merupakan penyakit yang sering ditandai sebagai kerusakan mukosa yang lebih besar dari 3-5 mm pada lambung atau duodenum dengan kedalaman yang terlihat. Penyakit ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara faktor-faktor yang melindungi mukosa lambung dan duodenum (Bikarbonat, aliran darah, prostaglandin, dan mukus), dan faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan (Helicobacter pylori, asam lambung, pepsin, dan NSAIDS). Di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, omeprazol dan ranitidin digunakan sebagai terapi penobatan untuk pasien peptic ulcer diease. Analisis efektivitas biaya penting untuk mendukung pengambilan keputusan terapi yang rasional dan efisien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas biaya antara penggunaan omeprazol dan ranitidin dalam pengobatan pasien peptic ulcer diease di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Metode. Penelitian menggunakan metode cross-sectional retrospektif berdasarkan rekam medis pasien peptic ulcer di instalasi rawat inap. Data dianalisis menggunakan ACER dan ICER Hasil. Dari data 13 rekam medis pasien pasien peptic ulcer di instalasi rawat inap didapatkan data karakteristik pasien peptic ulcer sebagian besar memiliki umur >52 tahun yang berjumlah 10 pasien (76,9%), berdasarkan jenis kelamin, perempuan lebih banyak menderita peptic ulcer yaitu sebesar 9 pasien (69,3%), sedangkan untuk pasien laki-laki berjumlah 4 pasien (30,7%). Berdasarkan penelitian, didapatkan bahwa terapi pengobatan yang paling umum digunakan adalah omeprazol sebanyak 10 pasien (76,9%), sedangkan ranitidin sebanyak 3 pasien (23,1%). Rata-rata lama pengobatan pasien yang menggunakan omeprazol adalah 6,2 hari dengan pasien jumlah yang efektif berjumlah 6 pasien (60,0%), sedangkan pasien yang menggunakan ranitidin selama 6,3 hari dengan pasien jumlah yang efektif berjumlah 2 pasien (66,6%). nilai ACER omeprazol sebesar Rp 407.708,76 lebih tinggi dibandingkan ranitidin Rp 272.275,65, menunjukkan ranitidin lebih cost-effective. Analisis sensitivitas menunjukkan biaya tindakan sebagai variabel paling berpengaruh, diikuti biaya akomodasi dan farmasi/obat. Kesimpulan. Ranitidin didapatkan lebih cost-effective dibandingkan dengan omeprazol dan layak direkomendasikan sebagai alternatif pilihan terapi pada pasien peptic ulcer dari perspektif efektivitas biaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Analisis efektivitas biaya, Omeprazol, Ranitidin
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 01:33
Last Modified: 22 Oct 2026 01:33
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60117

Actions (login required)

View Item
View Item