ISMAIL, NUR SYAMSI (2026) Karakterisasi Stabilitas Campuran Bensin Pertalite Dengan Penambahan Bioetanol Biji Durian Pada Variasi Konsentrasi (BE5% dan BE10%). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
D021221029-wKiTrmtcyvFJxZEq-20260715165229.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil mendorong pengembangan energi terbarukan berbasis biomassa lokal. Biji durian (Durio zibethinus) sebagai limbah organik yang melimpah mengandung karbohidrat sebesar 43,6–46,2 gram per 100 gram biji, sehingga berpotensi diolah menjadi bioetanol dan dicampurkan dengan bensin Pertalite sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Namun, perbedaan sifat polar bioetanol dan non-polar bensin menjadi tantangan dalam menghasilkan campuran yang stabil dan aman digunakan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi bioetanol dari biji durian, mengkarakterisasi sifat fisik dan kimia campuran bahan bakar BE5% dan BE10%, serta menganalisis karakteristik pembakaran droplet campuran tersebut. Metode. Bioetanol diproduksi melalui tahapan pembuatan tepung biji durian, hidrolisis enzimatik menggunakan enzim α-amilase dan glukoamilase, fermentasi anaerob menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae pada variasi konsentrasi 6% dan 10% serta waktu fermentasi 5 dan 7 hari, destilasi, dan dehidrasi menggunakan zeolit alam. Bioetanol yang dihasilkan dicampurkan dengan bensin Pertalite menggunakan co-solvent n-butanol (3% v/v), surfaktan Span 80 (5% v/v), dan stabilizer Cab-o-sil M5 (2% b/v) pada variasi konsentrasi BE5% dan BE10%. Pengujian karakteristik bahan bakar meliputi densitas, viskositas, nilai kalor, dan analisis FTIR, serta pengujian titik nyala dan karakteristik pembakaran droplet meliputi dimensi api, temperatur nyala api, burning rate, dan ignition delay. Hasil. Kadar alkohol tertinggi diperoleh pada fermentasi 7 hari dengan ragi 10% sebesar 95% dan rendemen 12,396%. Dehidrasi menggunakan zeolit menghasilkan bioetanol dengan kemurnian di atas 95%. Densitas campuran BE5 ragi 6% tercatat 0,7389 g/ml dan BE10 ragi 6% sebesar 0,7421 g/ml, sedangkan pada ragi 10% densitas BE5 sebesar 0,7396 g/ml dan BE10 sebesar 0,7507 g/ml, dengan viskositas kinematik berada pada kisaran 0,658–0,799 cSt. Nilai kalor tertinggi diperoleh pada BE5 ragi 10% sebesar 35.649 kJ/kg. Temperatur nyala api tertinggi diperoleh pada BE10 ragi 6% sebesar 455,5°C. Burning rate tertinggi pada ragi 6% diperoleh pada BE100 sebesar 0,575 mm²/s, sedangkan ignition delay terpendek tercatat pada BE100 ragi 6% sebesar 6,531 detik. Kesimpulan. Bioetanol dari biji durian berhasil diproduksi dan dapat dicampurkan dengan bensin Pertalite secara stabil menggunakan bahan pengemulsi. Peningkatan konsentrasi bioetanol cenderung menurunkan nilai kalor namun meningkatkan temperatur pembakaran. Campuran BE5 memberikan keseimbangan yang lebih baik antara nilai kalor, reaktivitas pembakaran, dan stabilitas nyala api dibandingkan BE10, sehingga lebih direkomendasikan sebagai bahan bakar campuran alternatif berbasis limbah durian yang ramah lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Mesin |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 01:36 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 01:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60100 |
