WAINSAF, INDAH EIN FAJARWATI (2026) EFEKTIVITAS MADU LEBAH APIS DORSATA TERHADAP KADAR GULA DARAH DAN EKSPRESI GEN GPX1 PADA TIKUS HIPERGLIKEMIA YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062241041-o8i9cdf2wRHxDj0p-20260806124128.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Diabetes adalah penyakit dengan prevalensi cukup tinggi di dunia dan di Indonesia dan memiliki banyak obat alternatif alami di masyarakat salah satunya madu hutan alami (madu Apis dorsata). Kandungan madu yang terkenal manis justru dari berbagai studi menunjukkan efektivitasnya terhadap penurunan glukosa darah. Hal ini dikarenakan adanya kandungan flavonoid madu yang memiliki efek perbaikan pada jalur nrf2 dan meningkatkan transkripsi gen pembentuk enzim antioksidan glutathione peroxidase tipe 1 (GPx1) yang diketahui merupakan salah satu biomarker utama pada prediabetes dan diabetes. Namun bukti ilmiah yang mengevaluasi efek madu A. dorsata terhadap penurunan gula darah dan ekspresi gen GPX1 pada model hiperglikemia masih terbatas. Tujuan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas madu A. dorsata terhadap kadar gula darah dan ekspresi gen GPx1 menggunakan model in vivo tikus. Metode. Kadar total flavonoid madu A. dorsata dianalisis menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Selanjutnya, uji in vivo dilakukan pada 6 kelompok tikus Wistar Rattus norvegicus, yaitu kelompok kontrol dan 5 kelompok yang diinduksi hiperglikemia dengan streptozotocin-nicotinamid, dengan intervensi berupa placebo, insulin subkutan, dan madu dengan dosis 0,4, 0,8, dan 1 ml/kgBB, dan diikuti selama 14 hari. Hasil. Hasil studi menunjukkan madu Apis dorsata memiliki kandungan flavonoid yang cukup tinggi, yaitu 210 mg QE/100 g, dan memiliki efek penurunan glukosa darah terhadap tikus diabetes pada hari ke-3, ke-7 dan ke-14 (p < 0,001). Studi ini menunjukkan adanya perbedaan rerata glukosa darah (p = 0.0002) dan perbedaan rerata ekspresi gen GPx1 (p = 0,005) antarkelompok pada hari ke-14 setelah perlakuan. Uji regresi linier sederhana menunjukkan hubungan negatif antara ekspresi gen GPx1 dan kadar glukosa darah, dimana peningkatan setiap satuan ekspresi GPx1 berasosiasi dengan penurunan 0,87 satuan glukosa darah pada tikus diabetes (R2 = 0,7, p = 0,02). Kesimpulan. Studi ini menunjukkan bukti berbasis eksperimen yang mendukung potensi madu A.dorsata sebagai antidiabetik dan sebagai dasar uji preklinik selanjutnya. Efek tersebut disertai perubahan ekspresi gen GPx1, yang mengindikasikan kemungkinan keterlibatan jalur biologis tersebut dalam respons terhadap pemberian madu A. dorsata.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | diabetes mellitus; gen GPx1; glukosa darah; Madu Apis dorsata; tikus hiperglikemia |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 01:05 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 01:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60092 |
