Prinsip Penentuan Lokasi Shared Mobility Hub Terintegrasi dengan Pusat Kegiatan Kota Makassar = Principles for Determining Shared Mobility Hub Locations Integrated with Activity Centers in Makassar City


MARGARET, TESALONIKA (2026) Prinsip Penentuan Lokasi Shared Mobility Hub Terintegrasi dengan Pusat Kegiatan Kota Makassar = Principles for Determining Shared Mobility Hub Locations Integrated with Activity Centers in Makassar City. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of D101221005-fulllll.pdf] Text
D101221005-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Perkembangan layanan angkutan berbasis aplikasi di Kota Makassar belum diimbangi dengan penataan ruang lalu lintas berpotensi menimbulkan kemacetan akibat aktivitas pick-up dan drop-off pada kawasan padat aktivitas. Selain itu, belum tersedianya ruang tunggu khusus menyebabkan pengemudi memanfaatkan bahu jalan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi pola distribusi layanan angkutan berbasis aplikasi pada lokasi pusat-pusat kegiatan; (2) mengidentifikasi perilaku penyedia layanan dalam pemanfaatan ruang lalu lintas; dan (3) mengidentifikasi prinsip penentuan lokasi shared mobility hub yang terintegrasi dengan pusat kegiatan perkotaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lokasi pick-up dan drop-off layanan angkutan berbasis aplikasi, lokasi pusat-pusat kegiatan, perilaku pengemudi dan pemanfaatan ruang lalu lintas perkotaan. Teknik Analisis yang digunakan adalah analisis spasial dan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pola distribusi layanan angkutan berbasis aplikasi bersifat acak namun terkonsentrasi pada kawasan dengan aktivitas tinggi, terutama di Kecamatan Panakkukang, Kecamatan Tamalanrea, dan Kecamatan Tamalate; (2) perilaku penyedia layanan angkutan berbasis apliaksi cenderung berpindah menuju kawasan dengan permintaan tinggi dan menunggu di lokasi tersebut, sehingga memicu penumpukan kendaraan dan memanfaatkan bahu jalan sebagai lokasi menunggu sehingga diperlukan penyediaan ruang khusus untuk mengakomodasi aktivitas tersebut; serta (3) prinsip-prinsip penentuan lokasi shared mobility hub yaitu, prioritas lokasi berbasis permintaan, aksesibilitas jaringan jalan yang efisien, kecukupan lahan dan tata ruang fasilitas, manajemen tepi jalan yang terstruktur, integrasi dan keterhubungan antar moda. Tingginya intensitas aktivitas pick-up dan drop-off di Mall Panakkukang dan Kampus Universitas Hasanuddin menunjukkan bahwa kedua kawasan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai lokasi shared mobility hub.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: angkutan berbasis aplikasi; pola distribusi; pusat-pusat kegiatan; perilaku pengemudi; shared mobility hub; Kota Makassar
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Perencanaan dan Pengembangan Wilayah
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 22 Oct 2026 01:41
Last Modified: 22 Oct 2026 01:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60087

Actions (login required)

View Item
View Item