RATNATA, PUTU ANDITA (2026) EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN ASTAXANTHIN TERHADAP PANJANG TELOMERE ORGAN JANTUNG TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) YANG TERPAPAR ASAP ROKOK. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062231014-E0V2ObISGZAL7Dnz-20260818192748.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Stres oksidatif yang diinduksi oleh paparan asap rokok berkontribusi terhadap kerusakan biomolekul yang berkaitan dengan percepatan pemendekan telomer pada jaringan jantung. Astaxanthin merupakan karotenoid dengan aktivitas antioksidan tinggi yang berpotensi melindungi telomer dari kerusakan oksidatif. Tujuan. Menguji efektivitas pemberian astaxanthin terhadap panjang telomer organ jantung tikus (Rattus norvegicus) Wistar yang terpapar asap rokok. Metode. Rancangan post-test control group design diterapkan pada penelitian eksperimental ini dengan melibatkan 25 ekor tikus Wistar jantan yang diacak menjadi lima kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol negatif yang dipelihara pada kondisi normal dan diberi aquades, kelompok kontrol positif dengan paparan asap rokok sebanyak 5 batang/hari disertai pemberian aquades, serta tiga kelompok perlakuan yang menerima paparan asap rokok dengan jumlah yang sama dan pemberian astaxanthin dosis 12 mg/kgBB (K1), 24 mg/kgBB (K2), dan 48 mg/kgBB (K3). Pengukuran panjang telomer organ jantung dilakukan menggunakan metode quantitative polymerase chain reaction (qPCR) melalui penentuan rasio telomer terhadap single-copy gene (rasio T/S). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil. Kelompok kontrol positif yang terpapar asap rokok menunjukkan rasio T/S signifikan lebih rendah (p<0,001) dibandingkan kelompok kontrol negatif, dengan nilai masing-masing sebesar 0,41±0,06 dan 1,01±0,19. Pemberian astaxanthin meningkatkan rasio T/S menjadi 0,46±0,12 pada K1, 0,61±0,07 pada K2, dan 0,80±0,02 pada K3, disertai penurunan persentase pemendekan telomer menjadi 54,46%; 39,60%; dan 20,79%. Hasil uji One-Way ANOVA dan Tukey HSD mengonfirmasi adanya perbedaan bermakna antar kelompok (p<0,05), dengan perlindungan terbaik diperoleh pada dosis 48 mg/kgBB. Kesimpulan. Astaxanthin berperan sebagai agen protektif terhadap pemendekan telomer organ jantung tikus Wistar yang diinduksi oleh paparan asap rokok. Efek protektif meningkat seiring peningkatan dosis, dengan efektivitas tertinggi pada dosis 48 mg/kgBB.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | tertinggi pada dosis 48 mg/kgBB. Kata Kunci: Astaxanthin, Telomer, Asap Rokok, Jantung, Stres Oksidatif. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 06:53 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 06:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60050 |
