Fajarwati, Betty (2026) PEMODELAN SKENARIO KEBIJAKAN BISNIS SARANG WALET SEBAGAI BASE LINE POLITIK EKOLOGI YANG MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN KAPUAS. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P023221012-jSsQ0TghlUd7JNt8-20260812140344.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Betty Fajarwati, “Pemodelan Skenario Kebijakan Bisnis Sarang Burung Walet sebagai Baseline Politik Ekologi yang Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Kapuas” (Dibimbing oleh Imam Mujahidin Fahmid dan M. Saleh S. Ali) Latar Belakang: Bisnis sarang burung walet (SBW) merupakan komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi yang berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat, investasi daerah, dan perdagangan ekspor. Namun demikian, pengembangan bisnis SBW tidak hanya ditentukan oleh aspek produksi dan pasar, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh kualitas habitat ekologis, relasi antaraktor, tata kelola kelembagaan, dan arah kebijakan daerah. Di Kabupaten Kapuas, perkembangan bisnis SBW berlangsung di tengah karakteristik wilayah rawa, sungai, pertanian, dan perkebunan yang membentuk habitat penting bagi walet, sehingga keberlanjutan usaha ini menghadapi tantangan multidimensi berupa tekanan ekologis, fragmentasi kebijakan, ketimpangan relasi aktor, dan belum terintegrasinya dimensi ekologi, sosial, ekonomi, kelembagaan, dan politik dalam satu kerangka kebijakan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel pengendali sistem dalam pengembangan bisnis sarang burung walet, menganalisis konfigurasi kepentingan dan relasi kekuasaan antaraktor, serta merumuskan skenario kebijakan bisnis sarang burung walet berbasis politik ekologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kapuas. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan desain analisis prospektif yang mengintegrasikan tiga metode utama, yaitu Interpretive Structural Modelling (ISM) untuk mengidentifikasi variabel pengendali sistem, MACTOR untuk memetakan posisi, pengaruh, ketergantungan, konvergensi, dan divergensi antaraktor, serta MULTIPOL untuk merumuskan dan mengevaluasi alternatif skenario kebijakan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, diskusi pakar, dan telaah dokumen dari para pemangku kepentingan utama yang terlibat dalam tata kelola bisnis SBW di Kabupaten Kapuas. Kerangka analisis penelitian ini didasarkan pada perspektif politik ekologi, pembangunan berkelanjutan, tata kelola kolaboratif, dan sistem sosial-ekologis. Hasil: (1) Keberlanjutan bisnis sarang burung walet di Kabupaten Kapuas dipengaruhi oleh sejumlah variabel pengendali utama, terutama kualitas habitat ekologis, penguatan regulasi dan kelembagaan, sinergi antaraktor, akses pasar, dan dukungan kebijakan daerah. Variabel-variabel tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis SBW tidak hanya bergantung pada performa ekonomi, tetapi juga pada daya dukung ekologi dan kapasitas tata kelola sistem. (2) Konfigurasi aktor memperlihatkan bahwa pemerintah daerah, lembaga teknis, dan pelaku usaha skala besar menempati posisi dominan dalam struktur pengaruh dan pengambilan keputusan, sedangkan peternak walet kecil cenderung berada pada posisi bergantung dengan daya tawar yang lebih lemah. Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan distribusi pengaruh, akses sumber daya, dan manfaat ekonomi dalam sistem bisnis SBW. (3) Evaluasi skenario kebijakan melalui MULTIPOL menghasilkan model kebijakan prioritas berupa penguatan tata kelola kolaboratif berbasis politik ekologi, yang dijalankan melalui harmonisasi regulasi, perlindungan habitat walet, penguatan kelembagaan lokal, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta integrasi rantai nilai komoditas secara berkelanjutan. Kesimpulan: Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan menempatkan bisnis sarang burung walet sebagai sistem sosial-ekologis yang tidak dapat dipahami semata-mata sebagai komoditas ekonomi, melainkan sebagai arena interaksi antara habitat, aktor, kelembagaan, pasar, dan kebijakan. Secara metodologis, penelitian ini menawarkan integrasi ISM–MACTOR–MULTIPOL dalam satu kerangka analisis prospektif untuk menjelaskan hubungan antara struktur variabel sistem, relasi kekuasaan aktor, dan pilihan skenario kebijakan. Secara substantif, penelitian ini menghasilkan Model Kebijakan Bisnis Sarang Burung Walet Berbasis Politik Ekologi di Kabupaten Kapuas, yang menempatkan ekologi sebagai fondasi, sosial sebagai pengikat, dan ekonomi sebagai penggerak dalam pembangunan bisnis walet yang adaptif, kolaboratif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Kata kunci: ISM, Kabupaten Kapuas, MACTOR, MULTIPOL, Politik Ekologi, Pembangunan Berkelanjutan, Sarang Burung Walet.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: ISM, Kabupaten Kapuas, MACTOR, MULTIPOL, Politik Ekologi, Pembangunan Berkelanjutan, Sarang Burung Walet. |
| Subjects: | T Technology > TH Building construction |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Studi Pembangunan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 06:45 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 06:45 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60042 |
