Analisis Variasi Temporal Konsentrasi PM2.5 dan PM10 Menggunakan Optical Particle Counter (OPC) 9000 dan Low Cost Sensor (LCS)


Pongtandi, ALTRID ATTE (2025) Analisis Variasi Temporal Konsentrasi PM2.5 dan PM10 Menggunakan Optical Particle Counter (OPC) 9000 dan Low Cost Sensor (LCS). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D131211008-MNm3IhCiz14AL9GV-20250616161444.pdf] Text
D131211008-MNm3IhCiz14AL9GV-20250616161444.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Pencemaran udara, diatur oleh Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999, disebabkan oleh aktivitas manusia dan sumber alami, yang berdampak negatif pada kesehatan dan kualitas udara. Polutan utama, seperti PM10 dan PM2.5, berbahaya bagi sistem pernapasan dan kesehatan manusia. Pemantauan kualitas udara sangat penting, terutama untuk kedua jenis partikulat ini. Metode pemantauan telah beralih dari manual ke otomatis, termasuk penggunaan Optical Particle Counter dan Low Cost Sensor. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi temporal konsentrasi PM10 dan PM2.5 di Area Rooftop Gedung Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin Gowa, untuk mengidentifikasi risiko paparan bagi mahasiswa dan civitas akademik. Tujuan. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini, yaitu menganalisis tingkat konsentrasi PM2.5 dan PM10 dengan alat OPC 9000, dan Low Cost Sensor type RS-BTEVS1 dan menganalisis hubungan faktor meteorologi dengan tingkat konsentrasi PM2.5 dan PM10 . Metode. Penelitian ini menggunakan metode sampling udara pada area Rooftop Gedung Sipil menggunakan alat Optical Particle Counter (OPC) dan Low Cost Sensor (LCS) selama 3 hari (2 hari kerja dan 1 hari libur) dimana dalam 1 hari pengukuran didapatkan data sebanyak 24 interval. Data yang diperoleh kemudian dianalisis. Hasil. Hasil pengukuran particulate matter (PM) menggunakan alat OPC untuk PM2.5 berkisar antara 12.13 µg/m3 hingga 54.44 µg/m3 dan PM10 berkisar antara 41.94 µg/m3 hingga 153.01 µg/m3. Sedangkan alat LCS untuk PM2.5 berkisar antara 6.40 µg/m3 hingga 32.22 µg/m3 dan PM10 berkisar antara 6.41 µg/m3 hingga 32.25 µg/m3. Pengukuran OPC dan LCS memiliki nilai rata-rata nilai selisih 9.38 µg/m3 terhadap PM2.5 dan 67.40 µg/m3 terhadap PM10. Kesimpulan. Konsentrasi partikulat cenderung lebih rendah pada siang hari dan akan meningkat menjelang malam hingga dini hari yang disebabkan oleh perubahan ketinggian lapisan batas atmosfer (ABL) yang menyebabkan ketidakstabilan udara, mempengaruhi proses difusi dan penyebaran PM. Ketinggian ABL maksimum terjadi di siang hari, sementara konsentrasi PM meningkat pada malam hari karena kondisi udara stabil dan rendahnya kecepatan angin, yang menyebabkan akumulasi PM. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan antara faktor meteorologi dengan tingkat konsentrasi partikulat yaitu suhu dan kecepatan angin merupakan parameter meteorologi yang paling berpengaruh terhadap fluktuasi konsentrasi PM2.5 dan PM10, dengan arah hubungan yang cenderung negatif. Artinya, semakin tinggi suhu dan kecepatan angin, maka semakin rendah konsentrasi partikulat di udara

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 21 Oct 2026 05:14
Last Modified: 21 Oct 2026 05:14
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60012

Actions (login required)

View Item
View Item