Optimasi Distributed Generation dengan metode Hibrida Flower Pollination-Slime Mould Algorithm


MANGKONA, ANDI NUR AULIA AZHAR (2026) Optimasi Distributed Generation dengan metode Hibrida Flower Pollination-Slime Mould Algorithm. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of D032241013-ju0qKDg9lFnPBNma-20260821061202.pdf] Text
D032241013-ju0qKDg9lFnPBNma-20260821061202.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Optimasi Distributed Generation (DG) pada sistem distribusi merupakan solusi efektif untuk menurunkan rugi-rugi daya dan memperbaiki profil tegangan, khususnya pada jaringan radial dengan pertumbuhan beban yang meningkat. Namun, penentuan lokasi dan kapasitas DG yang tidak optimal dapat menyebabkan peningkatan rugi daya dan ketidakstabilan tegangan. Flower Pollination Algorithm (FPA) memiliki kelebihan dalam kemampuan eksplorasi global dan kesederhanaan parameter, tetapi cenderung memiliki kelemahan pada proses eksploitasi lokal dan kecepatan konvergensi. Sementara itu, Slime Mould Algorithm (SMA) unggul dalam eksploitasi dan kemampuan konvergensi cepat, tetapi berpotensi terjebak pada solusi lokal. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan metode Hybrid Flower Pollination dan Slime Mould Algorithm (HFPSMA) untuk menggabungkan keunggulan keduanya. Tujuan. Penelitian bertujuan untuk mengoptimalkan penempatan DG guna meminimalkan rugi daya dan meningkatkan profil tegangan. Metode. Pengujian dilakukan pada sistem distribusi radial IEEE 33 bus dan IEEE 69 bus dengan skenario 1, 2, dan 3 DG dengan menggunakan metode FPA, SMA, dan HFPSMA. Parameter evaluasi meliputi rugi daya aktif dan tegangan minimum sistem. Hasil. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada sistem IEEE 33 bus, rugi daya aktif berhasil diturunkan dari 201,89 kW (tanpa DG) menjadi 65,5 kW pada skenario 3 DG. Pada sistem IEEE 69 bus, rugi daya aktif berkurang dari 224,57 kW menjadi 67,74 kW pada skenario 3 DG. Tegangan minimum sistem juga meningkat secara signifikan dan berada di atas batas standar operasional. Dibandingkan metode lain, HFPSMA menghasilkan rugi daya yang lebih rendah dan solusi yang stabil, khususnya pada skenario 2 dan 3 DG. Kesimpulan. Dengan demikian, HFPSMA terbukti efektif karena mampu menyeimbangkan eksplorasi global dan eksploitasi lokal, sehingga menghasilkan solusi optimal yang lebih akurat dan robust dalam optimasi penempatan DG pada sistem distribusi radial.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: penyerbukan bunga, jamur lendir, pembangkit terdistribusi, rugi daya, dan peningkatan tegangan.
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 20 Oct 2026 05:44
Last Modified: 20 Oct 2026 05:44
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59967

Actions (login required)

View Item
View Item