PENGARUH LATIHAN SLOW DEEP BREATHING TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI PARU DENGAN MENGGUNAKAN SPIROMETRI PADA PASIEN PASCA-TB PARU DI RUANGAN POLI PARU RSUD. PROF. DR. H. ALOEI SABOE KOTA GORONTALO


TANAIYO, SUWARNO N. (2026) PENGARUH LATIHAN SLOW DEEP BREATHING TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI PARU DENGAN MENGGUNAKAN SPIROMETRI PADA PASIEN PASCA-TB PARU DI RUANGAN POLI PARU RSUD. PROF. DR. H. ALOEI SABOE KOTA GORONTALO. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of P062231026-s1WHNx93odJb8BfP-20260818165329.pdf] Text
P062231026-s1WHNx93odJb8BfP-20260818165329.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK SUWARNO N. TANAIYO. Pengaruh latihan Slow Deep Breathing terhadap peningkatan fungsi paru dengan menggunakan spirometri pada pasien pasca-TB paru di ruangan poli paru RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo (dibimbing oleh Arif Santoso dan Irfan Idris). Latar belakang. Penyakit paru pasca-tuberkulosis (PTLD) ditandai dengan gangguan paru yang menetap setelah selesainya pengobatan antituberkulosis. Kerusakan struktural paru yang tersisa dapat menyebabkan penurunan fungsi paru dan gangguan oksigenasi. Slow Deep Breathing (SDB) telah diusulkan sebagai strategi rehabilitasi sederhana untuk meningkatkan kinerja pernapasan; namun, bukti ilmiah terkait PTLD masih terbatas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh SDB terhadap fungsi paru dan saturasi oksigen pada pasien dengan PTLD. Metode. Studi kuasi-eksperimental dengan desain pretest–posttest pada 50 pasien dengan PTLD yang berobat di poliklinik paru di Gorontalo, Indonesia. Peserta dibagi ke dalam kelompok intervensi (n=25) dan kelompok kontrol (n=25). Kelompok intervensi melakukan latihan SDB dua kali sehari, dengan durasi 10-15 menit per sesi selama delapan minggu, sedangkan kelompok kontrol menerima perawatan rutin. Fungsi paru dinilai menggunakan spirometri, termasuk Forced Vital Capacity (FVC), Forced Expiratory Volume dalam satu detik (FEV₁), dan rasio FEV₁/FVC. Saturasi oksigen perifer (SpO₂) juga diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil. Peningkatan yang signifikan pada FVC, FEV₁, dan SpO₂ terjadi pada kelompok intervensi (semua p < 0,001), sedangkan hasil pernapasan pada kelompok kontrol secara umum memburuk. Perbandingan antarkelompok menunjukkan peningkatan yang signifikan pada FVC, FEV₁, rasio FEV₁/FVC, dan SpO₂ pada peserta yang menerima SDB (semua p < 0,05). Kesimpulan. Slow Deep Breathing dikaitkan dengan perubahan positif pada fungsi paru dan saturasi oksigen pada pasien dengan PTLD. Sebagai intervensi yang sederhana dan murah, SDB dapat menjadi pendekatan rehabilitasi tambahan yang layak untuk meningkatkan hasil pernapasan pada penyintas tuberkulosis.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: fungsi paru; penyakit paru pasca-tuberkulosis; saturasi oksigen; slow deep breathing; spirometri
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 20 Oct 2026 01:17
Last Modified: 20 Oct 2026 01:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59819

Actions (login required)

View Item
View Item