TINDAK TUTUR RITUAL TEING HANG DALAM ACARA SYUKURAN MASYARAKAT KABUPATEN MANGGARAI BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR = SPEECH ACTS IN THE TEING HANG RITUAL AT THANKSGIVING CEREMONIES OF THE WEST MANGGARAI REGENCY COMMUNITY, EAST NUSA TENGGARA PROVINCE


SAHADUN, FLORIDA CITA DEWI SAHADUN (2026) TINDAK TUTUR RITUAL TEING HANG DALAM ACARA SYUKURAN MASYARAKAT KABUPATEN MANGGARAI BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR = SPEECH ACTS IN THE TEING HANG RITUAL AT THANKSGIVING CEREMONIES OF THE WEST MANGGARAI REGENCY COMMUNITY, EAST NUSA TENGGARA PROVINCE. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of F012231003-mFOs1whHtp9iPqzd-20260819052657.pdf] Text
F012231003-mFOs1whHtp9iPqzd-20260819052657.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK FLORIDA CITA DEWI SAHADUN Tindak Tutur Ritual Teing Hang dalam Acara Syukuran Masyarakat Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (dibimbing oleh Akin Duli dan Kamsinah) Penelitian ini menganalisis bentuk tindak tutur dan fungsi bahasa dalam tuturan ritual Teing Hang pada acara syukuran masyarakat Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, guna memahami bagaimana bahasa ritual bekerja secara performatif dalam menjaga hubungan spiritual dan sosial masyarakat setempat. Teing Hang adalah ritual adat pemberian makan kepada leluhur yang wajib dilaksanakan oleh masyarakat Manggarai pada berbagai perayaan sebagai wujud permohonan restu leluhur dan kelancaran urusan yang akan dilaksanakan. Penelitian deskriptif kualitatif ini menerapkan pendekatan linguistik lapangan, dengan pengumpulan data melalui observasi, perekaman audio-visual, dan wawancara terhadap tetua adat (tu'a golo) pelaksana ritual di Kampung Werang, Manggarai Barat. Data berupa 32 tuturan ritual yang terbagi ke dalam tuturan pembuka, isi, dan penutup, dianalisis menggunakan teori tindak tutur Austin dan Searle serta enam fungsi bahasa Roman Jakobson. Hasil penelitian menunjukkan tuturan pembuka didominasi tindak direktif invokatif dan representatif untuk mengundang leluhur; tuturan isi didominasi tindak komisif, direktif, ekspresif, dan deklaratif untuk menyampaikan niat keluarga serta menyucikan persembahan; dan tuturan penutup mengesahkan seluruh permohonan melalui kata deklaratif “Amin”. Dari segi fungsi bahasa, keenam fungsi Jakobson teraktivasi secara simultan dengan dominasi fungsi konatif dan referensial, diperkuat oleh fungsi puitik, emotif, fatik, dan metalingual. Penelitian ini juga menemukan sinkretisme harmonis antara kosmologi lokal Manggarai dan teologi Katolik, disertai kesadaran metapragmatik tetua adat dalam mengendalikan daya performatif tuturannya. Temuan ini berkontribusi teoretis bagi pragmatik lintas budaya, metodologis bagi analisis wacana ritual, dan praktis bagi dokumentasi serta pelestarian tradisi lisan Teing Hang.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Tindak Tutur, Ritual Teing Hang, Pragmatik, Fungsi Bahasa, Manggarai Barat.
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Linguistik
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 20 Oct 2026 00:30
Last Modified: 20 Oct 2026 00:30
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59796

Actions (login required)

View Item
View Item