Makna Konotatif Pada Iklan Makanan pada Tahun 2023-2025: Kajian Semantik = Connotative Meaning in Food Advertising in 2023-2025: Semantic Study


YANTI, IRMA YANTI (2026) Makna Konotatif Pada Iklan Makanan pada Tahun 2023-2025: Kajian Semantik = Connotative Meaning in Food Advertising in 2023-2025: Semantic Study. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of F011221060-ARXLlbyHUnYaO4qw-20260804144025.pdf] Text
F011221060-ARXLlbyHUnYaO4qw-20260804144025.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

IRMA YANTI. Makna Konotatif Pada Iklan Makanan Di YouTube Tahun 2023-2025 : Kajian Semantik. (Dibimbing oleh Dr. Tammasse, M.Hum.). Latar Belakang: Bahasa Indonesia dalam iklan makanan di platform YouTube menampilkan fenomena kebahasaan yang menarik untuk dikaji karena penggunaan makna konotatif yang efektif dalam membangun citra dan daya tarik produk secara persuasif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk makna konotatif serta menganalisis fungsinya dalam membangun citra dan daya tarik produk pada iklan makanan di YouTube tahun 2023–2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian berupa tuturan kebahasaan yang mengandung makna konotatif dalam iklan makanan di YouTube yang dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik catat dan tangkap layar. Data kemudian dianalisis menggunakan pendekatan semantik berdasarkan teori Abdul Chaer. Hasil: Penelitian menemukan dua bentuk makna konotatif dalam data, yaitu konotasi positif dan konotasi negatif, sedangkan konotasi netral, salah satu dari tiga bentuk dalam teori Abdul Chaer tidak ditemukan dalam data penelitian. Konotasi positif merupakan bentuk yang paling dominan dengan 31 data, sedangkan konotasi negatif ditemukan sebanyak 10 data. Kata-kata berkonotasi positif seperti nampol, sultan, memanjakan, lumer, jatuh cinta, dan segugah selera digunakan untuk membangun citra produk yang unggul dan menggugah selera, sedangkan konotasi negatif seperti laper, hancur, dan berantakan dimanfaatkan sebagai strategi pembanding untuk mempertegas keunggulan produk. Penggunaan makna konotatif menjalankan dua fungsi utama, yaitu membangun citra produk yang positif, premium, dan berkualitas, serta menciptakan daya tarik emosional yang memengaruhi persepsi dan minat konsumen. Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna konotatif terbukti menjadi instrumen kebahasaan yang efektif dalam memperkuat fungsi persuasif iklan makanan di platform digital YouTube, dengan konotasi positif sebagai bentuk yang paling dominan dalam membangun citra dan daya tarik produk. Kata kunci: makna konotatif, iklan makanan, YouTube, semantik

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: makna konotatif, iklan makanan, YouTube, semantik
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 20 Oct 2026 00:25
Last Modified: 20 Oct 2026 00:25
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59794

Actions (login required)

View Item
View Item