FEMINISASI PERTANIAN: PERGESERAN HUBUNGAN GENDER DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM MAMUJU, SULAWESI BARAT


HAMZAH, ALFI SYAHRIANI (2026) FEMINISASI PERTANIAN: PERGESERAN HUBUNGAN GENDER DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM MAMUJU, SULAWESI BARAT. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M012231004-fulll.pdf] Text
M012231004-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract (Abstrak)

Eksodus laki-laki ke wilayah perkotaan dan ditinggalkannya sektor pertanian di pedesaan telah mendorong terjadinya proses feminisasi pertanian. Migrasi laki-laki dari desa menciptakan ruang bagi perempuan yang tetap tinggal di daerah asal untuk mengambil alih peran yang sebelumnya dijalankan oleh laki-laki dalam pengelolaan lahan. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan di salah satu daerah tertinggal di Indonesia, yaitu Desa Tamalea, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dan bertujuan untuk mengeksplorasi: (1) Bagaimana proses terjadinya feminisasi pertanian berlangsung di tingkat lokal?, (2) Bagaimana strategi penghidupan yang dijalankan perempuan sebagai bagian dari proses feminisasi tersebut?, (3) Sejauh mana strategi penghidupan tersebut membawa perubahan pada akses maupun kontrol strategis perempuan atas lahan?. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan cara menelaah praktik keseharian serta mengungkap relasi kuasa yang cenderung memarginalkan kelompok subordinat, baik dari segi kelas maupun gender. Penelitian ini juga mengadopsi metode partisipasi perempuan dan laki-laki guna memastikan bahwa relasi gender dalam sektor pertanian dapat terdokumentasi secara komprehensif. Temuan menunjukkan bahwa feminisasi pertanian di Tamalea lebih dipicu oleh akses peluang ekonomi baru yang berhasil diaksesnya peluang ekonomi baru oleh laki-laki dalam konteks distribusi peluang yang sangat tidak merata secara gender. Proses feminisasi berlangsung secara gradual dan tidak dinegosiasikan secara eksplisit, melalui akumulasi penyesuaian sehari-hari yang menghasilkan pergeseran peran yang substansial. Dampaknya bersifat kontradiktif: perempuan memperoleh peningkatan kapasitas, jaringan sosial, dan otonomi dalam keputusan operasional, tetapi juga menghadapi beban ganda, kemiskinan waktu, dan tetap tidak terlihat secara formal dalam kelembagaan pertanian. Paradoks paling kritis yang ditemukan adalah 'feminisasi akses tanpa feminisasi kepemilikan': perempuan mengelola lahan yang jauh lebih luas, tetapi kontrol strategis termasuk keputusan jual beli dan kepastian tenurial tetap berada di luar jangkauan mereka.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Feminisasi pertanian, migrasi laki-laki, relasi gender, pengelolaan lahan, beban ganda, akses dan kepemilikan lahan.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 07:57
Last Modified: 19 Oct 2026 07:57
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59753

Actions (login required)

View Item
View Item