ARIFIN, MUHAMMAD ERWAN (2026) Deteksi Ektoparasit Dan Analisis Molekuler Bakteri Patogen Clostridium Spp. Pada Kelelawar Sebagai Reservoir Potensi Zoonotik Di Kabupaten Soppeng. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K062241015-DxgcdQTfeBzq6WvP-20260716140509.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
MUHAMMAD ERWAN ARIFIN. Deteksi Ektoparasit dan Analisis Molekuler Bakteri Patogen Clostridium spp. pada Kelelawar sebagai Reservoir Potensi Zoonotik di Kabupaten Soppeng (Dibimbing oleh Syamsuar dan Anwar Mallongi). Latar belakang. Kelelawar dikenal sebagai reservoir berbagai agen patogen zoonotik yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan masyarakat, terutama pada wilayah dengan interaksi manusia dan satwa liar yang tinggi. Selain membawa patogen secara langsung, keberadaan ektoparasit pada kelelawar dapat berperan sebagai faktor pendukung dalam pemeliharaan dan sirkulasi patogen. Kabupaten Soppeng merupakan wilayah dengan populasi kelelawar yang hidup berdekatan dengan aktivitas manusia, sehingga berpotensi menjadi lokasi terjadinya transmisi zoonosis. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan ektoparasit serta mengidentifikasi secara molekuler bakteri patogen Clostridium spp. pada kelelawar sebagai dasar penilaian potensi risiko zoonotik di Kabupaten Soppeng. Metode. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional dengan pendekatan ekologi dan laboratorium. Sebanyak sepuluh ekor kelelawar ditangkap di lokasi roosting dan foraging di Kabupaten Soppeng. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan melalui inspeksi sistematis pada permukaan tubuh kelelawar dan identifikasi morfologi di laboratorium. Analisis molekuler dilakukan pada tiga sampel biologis kelelawar menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan target gen 16S rRNA, dilanjutkan dengan sekuensing dan analisis kesesuaian sekuens menggunakan basis data GenBank. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelelawar yang diperiksa (100%) terinfestasi ektoparasit dengan jumlah 2–6 ektoparasit per individu, dan secara morfologi teridentifikasi sebagai lalat kelelawar famili Nycteribiidae (Eucampsipoda cf. sundaica). Analisis molekuler menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diuji PCR positif dan teridentifikasi mengandung DNA bakteri Clostridium septicum, Paraclostridium sordellii, dan Clostridium haemolyticum yang berpotensi bersifat zoonotik. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan adanya beban ektoparasit yang tinggi serta deteksi molekuler bakteri patogen Clostridium spp. pada kelelawar di Kabupaten Soppeng. Temuan ini mengindikasikan bahwa kelelawar berpotensi berperan sebagai reservoir patogen zoonotik dan mendukung pentingnya penerapan surveilans terpadu berbasis One Health untuk mencegah dan mengendalikan risiko zoonosis pada wilayah dengan antarmuka manusia–satwa liar.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kelelawar, ektoparasit, Clostridium spp., PCR, zoonosis, One Health |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 05:36 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 05:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59749 |
