Rachmat, Kurniawati (2026) ANALISIS PENGARUH PENAPISAN ISYARAT BERBASIS DATA IMU TERHADAP KESTABILAN PEMBACAAN DETAK JANTUNG DAN SATURASI OKSIGEN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
D041191072-prO42b3ZuiwgTv7X-20260819190026.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
KURNIAWATI RACHMAT. Analisis Pengaruh Penapisan Isyarat Berbasis Data IMU terhadap Kestabilan Pembacaan Detak Jantung dan Saturasi Oksigen (dibimbing oleh A. Ejah Umraeni Salam). Latar Belakang. Gangguan akibat pergerakan (motion artifact) merupakan salah satu tantangan utama dalam pengukuran detak jantung dan saturasi oksigen menggunakan sensor Photoplethysmography (PPG) pada perangkat wereable. Tujuan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem perangkat wereable yang mampu mengukur detak jantung dan saturasi oksigen, memanfaatkan data gerakan untuk mendeteksi gangguan akibat pergerakan, serta menganalisis pengaruh filtering signal berbasis data IMU terhadap kestabilan pembacaan pada berbagai kondisi gerakan. Metode. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui tahap perancangan perangkat keras berbasis ESP32-S3 serta pengintegrasian sensor MAX30102 dan IMU QMI8658. Pengujian dilakukan terhadap empat subjek melalui lima skenario gerakan yang berbeda untuk mengevaluasi efektivitas metode penyaringan sinyal yang digunakan. Hasil. Data IMU QMI8658 dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan kondisi gerakan menjadi Stable, Moderate, dan High. Pada pengukuran detak jantung (HR), mode M1 menunjukkan kinerja paling baik berdasarkan nilai rata-rata error, dengan nilai terendah pada empat dari lima skenario, yaitu 7,7 BPM pada kondisi diam, 14,6 BPM pada gerak ringan, 13,7 BPM pada gerak sedang, dan 10,1 BPM pada gerak tinggi. Secara keseluruhan, M1 memiliki rata-rata error sebesar 12,33 BPM. Pada pengukuran saturasi oksigen (SpO₂), M3 menghasilkan MAE terendah sebesar 0,77%. Namun, penerapan filtering berbasis data gerakan menyebabkan penurunan kontinuitas deteksi denyut pada beberapa kondisi gerakan, terutama saat gerakan sedang dan tinggi. Hal ini terlihat dari menurunnya jumlah Accepted RRI dan ketersediaan HR valid pada mode filtering tertentu. Kesimpulan. Sistem wereable berhasil dirancang dan diimplementasikan untuk mengukur detak jantung dan saturasi oksigen serta memanfaatkan data IMU dalam mendeteksi kondisi gerakan. Filtering berbasis data gerakan dapat membantu mengurangi pengaruh motion artifact dan meningkatkan kualitas pembacaan pada kondisi tertentu, tetapi efektivitasnya bergantung pada metode filtering dan tingkat gerakan pengguna. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya kompromi antara penyaringan gangguan gerakan dan kontinuitas deteksi denyut, sehingga diperlukan pengembangan algoritma deteksi puncak sinyal yang lebih tangguh untuk meningkatkan kestabilan dan keandalan sistem.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | wereable, Photoplethysmography (PPG), MAX30102, QMI8658, motion artifact, signal filtering |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Elektro |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 06:15 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 06:15 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59706 |
