AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) TERHADAP Schizophyllum commune Fries


D, KRISTIA ELIZABETH (2026) AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) TERHADAP Schizophyllum commune Fries. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011191112-fulll.pdf] Text
M011191112-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Kristia Elizabeth D. Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Schizophyllum commune Fries (dibimbing oleh Astuti dan Syahidah). Latar Belakang. Kayu banyak dimanfaatkan dalam konstruksi dan furnitur, tetapi banyak jenis kayu di Indonesia memiliki tingkat keawetan alami rendah sehingga mudah diserang organisme perusak, salah satunya jamur Schizophyllum commune yang dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan berat kayu hingga 70%. Penggunaan fungisida sintetik juga berisiko bagi kesehatan dan lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengawet kayu yang lebih aman dan ramah lingkungan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antijamur ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap pertumbuhan miselium S. commune secara in vitro. Metode. Daun jambu biji diekstraksi secara maserasi bertingkat menggunakan aseton dan metanol, kemudian ekstrak kasar masing-masing difraksinasi bertingkat dengan n-heksana, etil asetat dan aquades. Ekstrak dan fraksi diuji pada media PDA dengan dua konsentrasi (50 ppm dan 100 ppm), diinokulasi S. commune, dan diameter koloni diukur untuk menghitung aktivitas antijamur (AFA). Data dianalisis dengan uji homogenitas, One Way ANOVA dan uji lanjutan Duncan (α = 0,05). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sangat nyata antar 17 perlakuan (F hitung = 31,940; Sig < 0,001) dengan enam subset homogen. AFA tertinggi diperoleh ekstrak aseton 100 ppm sebesar 88,52% (kategori sangat kuat), diikuti Aseton-aq 100 ppm (85,19%), Aseton-aq 50 ppm (81,30%) dan Aseton-Hex 100 ppm (78,70%). Peningkatan konsentrasi ekstrak cenderung meningkatkan daya hambat, dan ekstrak aseton menunjukkan nilai aktivitas antijamur lebih tinggi dibandingkan ekstrak metanol. Kesimpulan. Ekstrak dan fraksi daun jambu biji menunjukkan aktivitas antijamur terhadap S.commune, dengan daya hambat tertinggi pada ekstrak aseton 100 ppm dan fraksi etil asetat dari ekstrak metanol sebagai yang terendah. Hasil ini memberikan informasi mengenai efektivitas ekstrak daun jambu biji terhadap jamur pelapuk kayu dan menjadi dasar bagi penelitian lanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: aktivitas antijamur, daun jambu biji, jamur pelapuk kayu, Schizophyllum commune.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 00:52
Last Modified: 19 Oct 2026 00:52
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59676

Actions (login required)

View Item
View Item