Tradisi Ritual Persembahan dan Makna Simbolis Festival Hantu (Zhongyuan) pada Masyarakat Tionghoa di Indonesia = A study on the Ritual Customs and Symbolic Meanings of the Zhongyuan Festival among chinese indonesians


PUTRI, BHUMIKA RAWINDRA PUTRI (2026) Tradisi Ritual Persembahan dan Makna Simbolis Festival Hantu (Zhongyuan) pada Masyarakat Tionghoa di Indonesia = A study on the Ritual Customs and Symbolic Meanings of the Zhongyuan Festival among chinese indonesians. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of F091221012-full.pdf] Text
F091221012-full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Bhumika Rawindra Putri.Tradisi Ritual Persembahan dan Makna Simbolis Festival Hantu (Zhongyuan) pada Masyarakat Tionghoa di Indonesia (Dibimbing oleh Ye Ai dan Wa Ode Sitti Halidun). Festival Zhongyuan merupakan salah satu hari raya penting dalam kebudayaan tradisional Tionghoa yang berkaitan erat dengan penghormatan kepada leluhur, kepercayaan terhadap dunia roh, serta hubungan antara manusia dan leluhurnya. Dalam masyarakat Tionghoa Indonesia, tradisi ini tetap dipertahankan dan diwariskan, tetapi juga mengalami penyesuaian dengan lingkungan sosial dan budaya Indonesia yang multikultural. Penelitian ini membahas bentuk ritual Festival Zhongyuan pada masyarakat Tionghoa Indonesia, termasuk persiapan sembahyang, pembakaran dupa, pembakaran uang kertas, penyajian sesaji makanan, doa keselamatan, serta kegiatan penutup setelah ritual selesai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan perbandingan lintas budaya, dengan data yang diperoleh melalui wawancara, studi pustaka, dan sumber video dari internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Zhongyuan tidak hanya berfungsi sebagai ritual penghormatan kepada leluhur, tetapi juga memiliki makna simbolik sebagai sarana komunikasi antara manusia, leluhur, dan dunia roh. Tradisi ini mencerminkan nilai bakti, penghormatan kepada keluarga, pelestarian identitas budaya, serta adaptasi masyarakat Tionghoa Indonesia dalam lingkungan multikultural. Melalui perbandingan dengan selametan kematian dalam budaya Jawa dan Malam Satu Suro, ditemukan adanya kesamaan dalam aspek doa, sesaji, penghormatan kepada orang yang telah meninggal, waktu sakral, kepercayaan terhadap dunia roh, dan pantangan tertentu. Dengan demikian, Festival Zhongyuan pada masyarakat Tionghoa Indonesia dapat dipahami sebagai praktik budaya yang berperan penting dalam menjaga identitas etnis, mewariskan nilai keluarga, dan memperlihatkan hubungan antara tradisi Tionghoa dan budaya lokal Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Festival Zhongyuan; Tionghoa Indonesia; ritual persembahan; makna simbolik; identitas budaya; perbandingan lintas budaya
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 16 Oct 2026 07:17
Last Modified: 16 Oct 2026 07:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59639

Actions (login required)

View Item
View Item