DAMAYANTI, ATIKA PUTRI (2026) ANALISIS KETERGANTUNGAN MASYARAKAT DESA TABBINJAI TERHADAP KEBERADAAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) KELOMPOK TANI BATU LOHE DI KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011221081-kTeL3XJ20EfaU96I-20260819161952.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Atika Putri Damayanti. Analisis Ketergantungan Masyarakat Desa Tabbinjai terhadap Keberadaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Kelompok Tani Hutan Batu Lohe di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dibimbing oleh Prof. Dr. Supratman, S.Hut., M.P. Latar Belakang: Hutan Kemasyarakatan (HKm) merupakan salah satu skema Perhutanan Sosial yang bertujuan memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Namun, belum diketahui sejauh mana keberadaan HKm berkontribusi terhadap penghidupan masyarakat di Desa Tabbinjai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan HKm serta menganalisis kondisi lima modal aset penghidupan yang meliputi modal manusia, modal alam, modal sosial, modal finansial, dan modal fisik. Metode: Penelitian dilaksanakan pada November 2025–Juni 2026 di Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap 20 anggota aktif Kelompok Tani Hutan (KTH) Batu Lohe yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis tingkat ketergantungan dilakukan berdasarkan kontribusi pendapatan dari dalam dan luar kawasan HKm, sedangkan kondisi aset penghidupan dianalisis menggunakan metode skoring berdasarkan lima modal penghidupan (livelihood assets). Hasil: Tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan HKm berada pada kategori rendah dengan kontribusi pendapatan dari dalam kawasan HKm sebesar 27%, sedangkan 73% berasal dari luar kawasan HKm. Analisis aset penghidupan menunjukkan bahwa modal sosial memiliki nilai tertinggi (2,58), diikuti modal fisik (2,42) dan modal alam (2,41) yang termasuk kategori tinggi. Modal finansial berada pada kategori sedang dengan skor 2,20, sedangkan modal manusia memiliki nilai terendah yaitu 1,67. Kesimpulan: Masyarakat memiliki sumber penghidupan yang beragam sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada kawasan HKm. Meskipun demikian, HKm tetap berperan sebagai salah satu sumber penghidupan yang mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu seperti getah pinus, aren, kopi, dan madu. Kata kunci: Hutan Kemasyarakatan, tingkat ketergantungan, aset penghidupan, perhutanan sosial, Desa Tabbinjai.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Hutan Kemasyarakatan, tingkat ketergantungan, aset penghidupan, perhutanan sosial, Desa Tabbinjai. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 07:02 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 07:02 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59603 |
