ALAM, SYAMSUL (2026) Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor Plus Royal Jelly Pada Ibu Hamil Terhadap Keberhasilan Menyusui, Mikrobiota Usus dan Tumbuh Kembang Bayi Usia Enam Bulan di Kab. Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
K013231011-DOZWF4MnN67BVqvI-20260717141905.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Pendahuluan. Enam bulan pertama kehidupan merupakan periode kritis bagi pertumbuhan bayi dan pematangan mikrobiota usus yang berperan terhadap risiko stunting, yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Banggai. Meskipun suplementasi ekstrak daun kelor yang diperkaya royal jelly (MRJ) telah dibandingkan dengan multiple micronutrient supplements (MMS) terhadap luaran kehamilan, dampaknya terhadap luaran anak pada awal kehidupan belum dievaluasi.Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian MRJ pada ibu hamil terhadap keberhasilan menyusui, mikrobiota usus, serta tumbuh kembang bayi usia enam bulan di Banggai sebagai wilayah lokus stunting dan pilot program MMS nasional. Metode. Penelitian ini merupakan studi tindak lanjut dari uji acak terkontrol tersamar ganda (double-blind RCT) yang melibatkan 88 pasangan ibu–bayi di Kabupaten Banggai, terdiri atas kelompok MRJ (n = 42) dan MMS (n = 46), yang menerima suplementasi sejak trimester kedua hingga persalinan. Luaran yang dinilai meliputi keberhasilan menyusui, mikrobiota usus bayi yang dianalisis menggunakan quantitative real-time PCR (qPCR), serta pertumbuhan dan perkembangan bayi yang dinilai melalui antropometri dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan menggunakan uji komparatif dan multivariat dengan penyesuaian kovariat. Hasil. Suplementasi MRJ menghasilkan skor keberhasilan menyusui yang lebih tinggi dibandingkan MMS (95,00 ± 5,02 vs 90,71 ± 11,10; p = 0,042) serta proporsi ASI eksklusif yang lebih tinggi, meskipun tidak bermakna secara statistik (52,4% vs 32,6%; p = 0,09). Mikrobiota usus bayi usia enam bulan tidak berbeda bermakna antara kedua kelompok pada lima genus yang diamati, yaitu Bifidobacterium, Lactobacillus, Bacteriodes, Clostridium dam Escherichia coli (p > 0,05), dengan dominasi Bifidobacterium dan Lactobacillus pada kedua kelompok. Indikator pertumbuhan dan skor perkembangan bayi berdasarkan KPSP juga tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p > 0,05). Prevalensi stunting lebih rendah pada kelompok MRJ (4,8% vs 15,2%), dengan kecenderungan efek protektif setelah penyesuaian (RR PB/U = 0,140; p = 0,096). Kadar Clostridium yang lebih tinggi berhubungan negatif secara signifikan dengan nilai z-score BB/U (p = 0,021) dan PB/U (p = 0,017). Kesimpulan. Suplementasi MRJ selama kehamilan meningkatkan keberhasilan menyusui dibandingkan MMS dan menunjukkan luaran bayi usia enam bulan yang sebanding, dengan kecenderungan penurunan kejadian stunting. Hubungan negatif antara Clostridium dan pertumbuhan linear mendukung potensi MRJ sebagai suplemen berbasis pangan lokal untuk melengkapi MMS dalam pencegahan stunting.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Moringa oleifera; ibu hamil; keberhasilan menyusui; mikrobiota usus; pertumbuhan; stunting. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 05:56 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 05:56 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59576 |
