GABUNGAN PENGUSAHA BIOSKOP SELURUH INDONESIA (GPBSI) DALAM PUSARAN INDUSTRI PERFILMAN 1970-1998 DI JAKARTA = "GABUNGAN PENGUSAHA BIOSKOP SELURUH INDONESIA (GPBSI) IN THE VORTEX OF THE FILM INDUSTRY 1970-1998 IN JAKARTA"


CKHOLIFA, NIZAR CKHOLIFA (2026) GABUNGAN PENGUSAHA BIOSKOP SELURUH INDONESIA (GPBSI) DALAM PUSARAN INDUSTRI PERFILMAN 1970-1998 DI JAKARTA = "GABUNGAN PENGUSAHA BIOSKOP SELURUH INDONESIA (GPBSI) IN THE VORTEX OF THE FILM INDUSTRY 1970-1998 IN JAKARTA". Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of F061221012-fullllll.pdf] Text
F061221012-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan GPBSI yang jarang mendapatkan perhatian dalam historiografi perfilman Indonesia, padahal peranannya sangat strategis dalam menentukan nasib film nasional, terutama melalui jalur distribusi dan eksibisi. Olehnya pentingnya memahami peran Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) dalam dinamika industri perfilman nasional antara tahun 1970 hingga 1998. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Mengapa proses konsolidasi organisasi-organisasi pengusaha bioskop menjadi faktor utama yang melatarbelakangi berdirinya GPBSI? Mengapa kebijakan yang dikeluarkan atau yang dipengaruhi oleh GPBSI menjadi faktor penting dalam arah perkembangan industri perfilman nasional?” Sumber primer dalam penelitian ini berupa arsip dan surat kabar seperti Berita Yudha, Kompas, Harian Neraca, dan Media Indonesia, Suara Karya Minggu sementara sumber sekunder terdiri dari buku seperti Buku karya H.M. Johan Tjasmadi (2008) tentang sejarah perfilman di Indonesia yang menitikberatkan pada pembahasan bisnis film, Kajian tentang sejarah perfilman yang berjudul Layar Perak: 90 Tahun Bioskop di Indonesia tulisan ini melihat perkembangan bioskop di Indonesia, sejak muncul pada sekitar tahun 1900-an hingga 1990-an ditulis oleh beberapa penulis salah satunya JB Kristanto dkk (1992), tulisan dalam jurnal seperti Seluk Beluk Kolaborasi Film dan Bioskop di Indonesia karya Hariyani, R. M (2011) tentang ketimpangan antara pertumbuhan industri bioskop dan stagnasi industri film local, dan karya ilmiah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa GPBSI memegang peran ganda sebagai mitra negara sekaligus aktor pasar, yang sering kali menempatkannya di antara kepentingan nasional dan komersial. Kebijakan GPBSI dalam distribusi dan eksibisi film turut membentuk arah perfilman nasional, namun tidak jarang pula membuka ruang dominasi film impor. Seiring masuknya jaringan Bioskop 21 pada pertengahan 1980-an dan menguatnya sistem pasar, peran GPBSI mengalami kemunduran yang menandai pergeseran lanskap industri dari pola kelembagaan ke arah swastanisasi yang lebih tersentralisasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: GPBSI, distribusi film, eksibisi, kebijakan perfilman, industri film
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 14 Oct 2026 05:38
Last Modified: 14 Oct 2026 05:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59558

Actions (login required)

View Item
View Item