KARAKTERISTIK BIOFOAM BERBAHAN BIOMASSA AREN SEBAGAI ALTERNATIF KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN


PARASITA, NUR REZY (2026) KARAKTERISTIK BIOFOAM BERBAHAN BIOMASSA AREN SEBAGAI ALTERNATIF KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M021221005-BTegdDyFiI89HKb4-20260804230348.pdf] Text
M021221005-BTegdDyFiI89HKb4-20260804230348.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

NUR REZY PARASITA. Karakteristik Biofoam Berbahan Biomassa Aren Sebagai Alternatif Kemasan Ramah Lingkungan (dibimbing oleh Ibu Prof. Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D. dan Assoc. Prof. ChM Dr. Fatimah Salim ) Latar Belakang. Penggunaan kemasan makanan berbasis plastik sintetis seperti styrofoam berdampak buruk pada lingkungan karena sulit terurai dan memicu pelepasan zat karsinogenik. Biofoam berbahan dasar pati murni menjadi alternatif berpotensi, namun memiliki keterbatasan berupa kekuatan mekanis yang rendah dan daya serap air yang tinggi. Modifikasi menggunakan agen pengikat silang seperti Polyvinyl Alcohol (PVA) diperlukan untuk memperbaiki karakteristik struktur kemasan tersebut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi biomassa aren sebagai bahan baku pembuatan biofoam ramah lingkungan, mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi polyvinyl alcohol (PVA) sebesar 5%, 10%, dan 15% terhadap karakteristik biofoam yang dihasilkan, meliputi kuat tarik, daya serap air, dan biodegradabilitas, serta menentukan konsentrasi PVA yang mampu menghasilkan karakteristik biofoam terbaik berbahan biomassa aren. Metode. Biofoam dicetak melalui metode baking process pada suhu 45°C selama 24 jam dengan penambahan bahan aditif gliserol dan sodium bikarbonat. Parameter karakteristik yang diuji meliputi kuat tarik, uji daya serap air serta uji biodegradasi tanah (soil burial test) selama 14 hari. Hasil. Pengujian daya serap air menunjukkan peningkatan konsentrasi PVA menurunkan serapan air secara signifikan, di mana konsentrasi 10% (23,63%) dan 15% (20,27%) berhasil memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI ≤ 26,12%). Sebaliknya, nilai kuat tarik bertahap (0,15–0,18 N/mm2) mengalami kenaikan seiring bertambahnya PVA, tetapi belum mencapai standar SNI (29,16 Mpa) akibat tingginya porositas hasil pemanggangan manual. Tingkat biodegradasi paling agresif dicapai oleh konsentrasi PVA 5% yang mampu terurai sebanyak 65,63% dalam waktu 14 hari di titik lahan terbuka. Kesimpulan. Peningkatan konsentrasi PVA terbukti memperngaruhi karakteristik biofoam berbahan biomassa aren. Formulasi dengan konsentrasi PVA 5% dinilai paling optimal karena memiliki kemampuan biodegradasi yang baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: backing proses; biomassa aren; biofoam; polyvinyl alcohol .
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 14 Oct 2026 05:24
Last Modified: 14 Oct 2026 05:24
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59520

Actions (login required)

View Item
View Item