HUBUNGAN STIGMA SOSIAL, KUALITAS TIDUR, DAN SELF-COMPASSION DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SOMBA OPU KABUPATEN GOWA TAHUN 2025


RAHMAWATI, DESINTA (2026) HUBUNGAN STIGMA SOSIAL, KUALITAS TIDUR, DAN SELF-COMPASSION DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SOMBA OPU KABUPATEN GOWA TAHUN 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K011221209-KgYW5JXDHoFVcdkz-20260715122225.pdf] Text
K011221209-KgYW5JXDHoFVcdkz-20260715122225.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memengaruhi kondisi fisik dan psikologis pasien, khususnya kecemasan. Kecemasan pada pasien TB dapat memengaruhi kepatuhan pengobatan, kualitas hidup, dan keberhasilan terapi. Faktor seperti stigma sosial, kualitas tidur, dan self-compassion diduga berperan terhadap tingkat kecemasan pasien. Puskesmas Somba Opu merupakan wilayah dengan kasus TB tertinggi di Kabupaten Gowa dalam lima tahun terakhir sehingga diperlukan perhatian terhadap kondisi psikologis pasien selama pengobatan. Tujuan. Menganalisis hubungan stigma sosial, kualitas tidur, dan self-compassion dengan tingkat kecemasan pada pasien TB di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa Tahun 2025. Metode. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa pada 23 Desember 2025 hingga 23 Januari 2026. Populasi penelitian berjumlah 150 pasien TB paru yang sedang menjalani pengobatan, dengan sampel sebanyak 125 responden menggunakan teknik random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square dan Fisher, serta multivariat menggunakan regresi logistik ordinal dengan bantuan aplikasi Jamovi. Hasil. Kualitas tidur dan self-compassion berhubungan dengan tingkat kecemasan (p<0,05), sedangkan stigma sosial tidak berhubungan (p>0,05) dengan tingkat kecemasan. Hasil multivariat menunjukkan kualitas tidur dan self-compassion tetap berhubungan signifikan dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan. Kualitas tidur dan self-compassion merupakan faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada pasien TB paru. Program di Puskesmas Somba Opu masih berfokus pada pengobatan fisik, sehingga diperlukan intervensi psikologis dan sosial melalui edukasi, dukungan keluarga, konseling untuk menurunkan kecemasan pasien TB.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis, kecemasan, stigma sosial, kualitas tidur, self-compassion.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 16 Oct 2026 02:28
Last Modified: 16 Oct 2026 02:28
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59489

Actions (login required)

View Item
View Item