PASANDE, WERLIAN CHEMREYSIA (2026) ANALISIS TINGKAT KERAWANAN TANAH LONGSOR BESERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA DI KABUPATEN TORAJA UTARA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011221041-7kSo3hr2gAf8KPxy-20260807100749.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
WERLIAN CHEMREYSIA PASANDE. Analisis Tingkat Kerawanan Tanah Longsor Beserta Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Kabupaten Toraja Utara (dibimbing oleh Daud Malamassam). Bencana tanah longsor merupakan salah satu bencana hidrometeorologi dan geologi yang sering melanda kawasan pegunungan Indonesia, termasuk Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian tanah longsor serta memetakan tingkat kerawanan tanah longsor di Kabupaten Toraja Utara, dengan menggunakan metode Composite Mapping Analysis (CMA) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Variabel penelitian dikelompokkan ke dalam dua faktor utama, yaitu variabel faktor lingkungan (kemiringan lereng, ketinggian, curah hujan, jenis tanah, jenis batuan/litologi, dan jarak dari sungai) serta variabel faktor manusia (jarak dari jalan, jarak dari permukiman, kepadatan penduduk, dan penggunaan lahan). Analisis spasial dilakukan dengan membandingkan nilai observasi kejadian longsor aktual terhadap nilai ekspektasinya (rasio O/E) untuk menentukan bobot dan skor tiap kelas parameter. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel faktor manusia memberikan kontribusi yang lebih dominan dalam menentukan kerawanan tanah longsor di Kabupaten Toraja Utara dengan bobot sebesar 58%, sedangkan variabel faktor lingkungan hanya berkontribusi sebesar 42%. Variabel jenis batuan merupakan variabel lingkungan paling dominan dengan bobot pengaruh internal sebesar 62% (litologi aluvial dan vulkanik sangat peka), sementara jarak dari permukiman dan penggunaan lahan merupakan variabel faktor manusia yang paling berpengaruh dengan bobot masing-masing 30% dan 26%. Selanjutnya, Tingkat kerawanan komposit (V) memiliki rentang nilai 1,4 sampai 4,8, yang terdiri atas lima kelas tingkat kerawanan, yaitu sangat rendah (37.745 ha), rendah (40.464 ha), sedang (35.623 ha), tinggi (12.699 ha), dan sangat tinggi (2.189 ha). Sebaran zonasi rawan hingga sangat rawan terkosentrasi pada wilayah bagian tengah, selatan, dan timur wilayah Kabupaten Toraja Utara. Nilai Tingkat akurasi pemodelan yang diuji dengan menggunakan confusion matrix menghasilkan tingkat akurasi keseluruhan (overall accuracy) adalah 85,26%, yang mengindikasikan bahwa peta kerawanan longsor berbasis CMA memiliki tingkat ketelitian yang tinggi. Peta ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam perencanaan tata ruang serta upaya mitigasi bencana tanah longsor di masa mendatang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Tanah Longsor, Composite Mapping Analysis (CMA), Sistem Informasi Geografis (SIG), Kerawanan Bencana, Kabupaten Toraja Utara,. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 03:09 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 03:09 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59476 |
