PERBANDINGAN SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH ANTARA LAHAN TERBAKAR DAN TIDAK TERBAKAR DI KAWASAN HUTAN ALAM DESA SALUTAMBUN, KECAMATAN PANA, KABUPATEN MAMASA


ALFRIDA, . (2026) PERBANDINGAN SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH ANTARA LAHAN TERBAKAR DAN TIDAK TERBAKAR DI KAWASAN HUTAN ALAM DESA SALUTAMBUN, KECAMATAN PANA, KABUPATEN MAMASA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221189-Av1gKChN6ZGtoEfe-20260819214431.pdf] Text
M011221189-Av1gKChN6ZGtoEfe-20260819214431.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Kebakaran hutan merupakan bentuk gangguan ekosistem yang dapat memicu perubahan karakteristik fisik dan kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan sifat fisik dan kimia tanah antara lahan terbakar dan lahan tidak terbakar di kawasan hutan alam Desa Salutambun, Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2026. Pengambilan sampel tanah dilakukan menggunakan metode purposive sampling pada masing-masing 3 plot berukuran 20 m x 20 m untuk lahan terbakar dan tidak terbakar, dengan kedalaman 0–30 cm, 30–60 cm, dan 60–90 cm. Parameter sifat fisik yang diuji meliputi tekstur, struktur, warna, bulk density, particle density, porositas, dan permeabilitas. Parameter sifat kimia meliputi pH, C-organik (bahan organik), nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan Kapasitas Tukar Kation (KTK). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah pada kedua kondisi lahan didominasi oleh fraksi pasir. Lahan tidak terbakar memiliki rata-rata porositas dan kandungan bahan organik yang lebih tinggi, dibandingkan lahan terbakar. Sebaliknya, permeabilitas pada lahan terbakar lebih tinggi, dibandingkan lahan tidak terbakar. Sifat kimia tanah berupa pH, nitrogen, fosfor, dan kalium cenderung lebih tinggi pada lahan tidak terbakar dibandingkan lahan, sedangkan nilai KTK rata-rata relatif setara pada lahan terbakar dan pada lahan tidak terbakar). Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa komponen utama 1 (PC1) dan 2 (PC2) masing-masing menjelaskan 27,9% dan 23,0% keragaman data dengan akumulasi sebesar 50,9%, serta memperlihatkan kecenderungan pemisahan pengelompokan sampel antara lahan terbakar dan tidak terbakar. Secara umum, kebakaran hutan menurunkan kualitas fisik dan kimia tanah, khususnya pada penurunan bahan organik, porositas, dan ketersediaan hara, tetapi tidak mengubah kelas tekstur tanah secara signifikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Kebakaran hutan, sifat fisik tanah, sifat kimia tanah, bahan organik, Principal Component Analysis (PCA).
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 00:43
Last Modified: 19 Oct 2026 00:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59460

Actions (login required)

View Item
View Item