WULANDARI, . (2026) PENDUGAAN KARBON BIOMASSA VEGETASI MANGROVE DI KAWASAN SUNGAI UJUNG, DESA MINASAUPA, KECAMATAN BONTOA, KABUPATEN MAROS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011191128-Sz35kJpNVbUntjri-20260731151012.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (712kB)
Abstract (Abstrak)
Wulandari. Pendugaan Karbon Biomassa Vegetasi mangrove di Kawasan Sungai Ujung, Desa Minasaupa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Latar Belakang. Ekosistem mangrove memiliki peran penting sebagai penyerap dan penyimpan karbon sehingga berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. Namun, konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak menyebabkan penurunan biomassa vegetasi dan kapasitas penyimpanan karbon. Salah satu kawasan yang mengalami kondisi tersebut adalah ekosistem mangrove sekunder di kawasan Sungai Ujung, Desa Minasaupa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Informasi mengenai karbon biomassa pada kawasan ini masih terbatas sehingga diperlukan penelitian sebagai data dasar dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menduga karbon biomassa pada vegetasi mangrove di kawasan Sungai Ujung, Kabupaten Maros. Metode. Penelitian dilakukan menggunakan metode line transect yang terdiri atas 5 transek dan 12 plot pengamatan berukuran 10 m x 10 m. Parameter yang diamati meliputi komposisi spesies dan diameter batang (DBH). Biomassa di atas permukaan tanah (aboveground biomass) diduga menggunakan persamaan allometrik yang sesuai untuk setiap spesies, kemudian dikonversi menjadi karbon biomassa dengan faktor konversi karbon sebesar 0,47. Hasil. Ditemukan 6 spesies mangrove dari 6 famili, yaitu Rhizophora mucronata, Xylocarpus moluccensis, Sonneratia ovata, Nypa fruticans, Avicennia alba, dan Lumnitzera racemosa. Rhizophora mucronata merupakan spesies paling dominan dengan kerapatan 81 individu/0,12 ha, dominansi sebesar 17,91 m2/0,12 ha, dan frekuensi sebesar 100%. Total karbon biomassa aboveground sebesar 13.471,45 kg/0,12 ha, menghasilkan cadangan karbon sebesar 6.331,58 kg/0,12 ha dari 143 individu. Nilai karbon biomassa tertinggi ditemukan pada transek 5, sedangkan terendah pada transek 3. Kesimpulan. Mangrove sekunder di kawasan Sungai Ujung memiliki potensi sebagai penyimpan karbon biomassa, meskipun kapasitas penyimpanannya relatif lebih rendah dibandingkan beberapa ekosistem mangrove yang kondisi vegetasinya relatif lebih baik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Karbon biomassa, mangrove sekunder, persamaan allometerik, Rhizophora mucronata, Sungai Ujung. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 02:27 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 02:27 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59451 |
