HASLINDA, HASLINDA (2026) BENTUK DAN FUNGSI TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM KOMUNIKASI REMAJA BUGIS: STUDI DI DESA PADAELO KABUPATEN MAROS = FORMS AND FUNCTIONS OF EXPRESSIVE SPEECH ACTS IN BUGIS ADOLESCENTS' COMMUNICATION: A STUDY IN PADAELO VILLAGE, MAROS REGENCY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
F021221034-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Kajian ini berfokus pada penggunaan tindak tutur ekspresif dalam komunikasi remaja Bugis ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif yang digunakan dalam komunikasi remaja Bugis di Desa Padaelo, Kabupaten Maros. Sumber data diperoleh dari tuturan lisan remaja Bugis dalam interaksi sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik rekam, simak libat cakap, dan catat. Analisis data menggunakan teori tindak tutur ilokusi yang dikembangkan oleh Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Bentuk tindak tutur ekspresif terdiri atas dua, yaitu tindak tutur ekspresif langsung dan tidak langsung. Tindak tutur ekspresif langsung lebih dominan digunakan sebanyak 15 data (60%), sedangkan tindak tutur tidak langsung sebanyak 10 data (40%). Tindak tutur langsung direalisasikan dalam modus deklaratif, interogatif, dan imperatif, sedangkan tindak tutur tidak langsung direalisasikan dalam modus deklaratif dan interogatif, b) Fungsi tindak tutur ekspresif yang ditemukan terdiri atas tujuh, yaitu mengekspresikan perasaan 7 data (28%), mengungkapkan keinginan 3 data (12%), memuji 3 data (12%), mengucapkan belasungkawa 2 data (8%), meminta maaf 3 data (12%), mengeluh 5 data (20%), dan mengucapkan terima kasih 2 data (8%). Fungsi yang paling dominan adalah mengekspresikan perasaan, menunjukkan bahwa remaja Bugis cenderung mengungkapkan emosi secara terbuka dalam komunikasi informal antarteman sebaya. Kesimpulan, bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan remaja Bugis terdiri atas tindak tutur langsung dan tidak langsung, dengan bentuk langsung lebih dominan. Hal ini menunjukkan bahwa remaja cenderung menyampaikan ekspresi secara terbuka dalam komunikasi sehari-hari. Selanjutnya, fungsi tindak tutur ekspresif yang paling dominan adalah mengekspresikan perasaan, yang menunjukkan bahwa tuturan lebih banyak berfokus pada aspek emosional seperti senang, marah, kecewa, dan sedih dibandingkan fungsi interaksi sosial lainnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Bahasa Bugis, tindak tutur, ilokusi, ekspresif, remaja. |
| Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 02:30 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 02:30 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59429 |
