JUMHIRAH, JUMHIRAH (2026) Simbol Nonverbal Tradisi Appanaik Panaung Pascapernikahan Masyarakat Tanralili Di Kabupaten Maros: Kajian Semiotika = Nonverbal symbols of the postwedding appanaik panaung tradition among the Tanralili community in Maros Regency: a semiotic study. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
F021221011-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Abstrak Jumhirah, 2026. Skripsi ini berjudul "Simbol Nonverbal Tradisi Appanaik panaung Pascapernikahan Masyarakat Tanralili Di Kabupaten Maros: Kajian Semiotika". (dibimbing oleh Sumarlin Rengko HR). Penelitian ini membahas simbol nonverbal dalam tradisi appanaik panaung pascapernikahan masyarakat Tanralili, Kabupaten Maros. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) simbol nonverbal apa saja yang terdapat dalam tradisi appanaik panaung, dan (2) bagaimana makna simbol nonverbal dalam tradisi appanaik panaung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk simbol nonverbal serta mendeskripsikan makna simbol yang terkandung dalam tradisi appanaik panaung. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Data penelitian berupa simbol-simbol nonverbal yang digunakan dalam prosesi appanaik panaung. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengkaji hubungan representamen, objek, dan interpretan pada setiap simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 29 simbol nonverbal dalam tradisi appanaik panaung yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori, yaitu simbol pangan (15 data), simbol alam (4 data), simbol pakaian (2 data), simbol perlengkapan (5 data), simbol manusia (2 data), dan simbol waktu (1 data). Makna simbol mencakup enam kategori utama, yaitu (1) makna kerja keras (2) makna kesucian, (3) makna kebersamaan, (4) makna pewarisan generasi, (5) makna keharmonisan rumah tangga dan (6) makna kepemimpinan. Temuan ini menegaskan bahwa simbol-simbol dalam tradisi appanaik panaung berfungsi sebagai media penyampaian norma, nilai dan pedoman hidup yang memperkuat kohesi sosial serta merepresentasikan pandangan hidup masyarakat Tanralili.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: simbol nonverbal, appanaik panaung, semiotika Peirce, tradisi pascapernikahan, Tanralili. |
| Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 01:06 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 01:06 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59414 |
