Analisis Semantik Dan Representasi Budaya Spiritual Masyarakat Makassar Pada Doangang Panrinringi = A Semantic Analysis and Representation of the Spiritual Culture of the Makassar People in Doangang Panrinringi


HUSNIATI, HUSNIATI (2026) Analisis Semantik Dan Representasi Budaya Spiritual Masyarakat Makassar Pada Doangang Panrinringi = A Semantic Analysis and Representation of the Spiritual Culture of the Makassar People in Doangang Panrinringi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of F021201048-fullll.pdf] Text
F021201048-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Husnianti’, 2026. Analisis Semantik dan Representasi Budaya Spiritual Masyarakat Makassar Pada Doangang Panrinringi (dibimbing oleh Sumarlin Rengko) Doangang Panrinringi adalah doa untuk melindungi masyarakat dari gangguan fisik dan nonfisik serta untuk memohon keberkahan. Tujuan dari penelitian ini aalah untuk menjelaskan makna denotatif dan menguraikan makna konotatif Doangang Panrinringi Dusun Bulo-bulo, Desa Pencong. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data mencakup transkrip data, terjemahan data, koding data klasifikasi, analisis makna denotatif dan konotatif, analisis representasi serta penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima teks Doangang Panrinringi ditemukan 35 data yang terdiri atas bentuk kata, frasa, dan klausa. Berdasarkan analisis semantik, ditemukan 10 data yang mengandung makna denotatif dan 25 data yang mengandung makna konotatif. Makna denotatif menunjukkan makna leksikal yang bersifat langsung, sedangkan makna konotatif memperlihatkan makna simbolik yang berkaitan dengan sistem kepercayaan dan budaya masyarakat Makassar. Analisis representasi budaya spiritual menunjukkan lima pola representasi, yaitu (1) keimanan kepada Allah sebagai pelindung utama, (2) penghormatan terhadap tokoh-tokoh suci dalam Islam sebagai simbol perlindungan spiritual, (3) kepercayaan terhadap kekuatan doa sebagai media perlindungan, (4) kepercayaan terhadap simbol-simbol spiritual dalam tradisi masyarakat Makassar, dan (5) pandangan kosmologis masyarakat terhadap alam sebagai bagian dari kekuasaan Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Doangang Panrinringi tidak hanya berfungsi sebagai doa perlindungan, tetapi juga merupakan representasi budaya spiritual masyarakat Makassar yang memadukan tradisi lokal dengan nilai-nilai keislaman. Melalui kajian semantik, penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa dalam Doangang Panrinringi menjadi media untuk merepresentasikan sistem kepercayaan, identitas budaya, dan pandangan hidup masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Kata Kunci: Denotatif, Konotatif,Representasi Budaya, Doangang Panrinringi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Denotatif,konotatif,representasi budaya,doangang panrinringi
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 12 Oct 2026 09:03
Last Modified: 12 Oct 2026 09:03
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59398

Actions (login required)

View Item
View Item