INTEGRASI KINERJA KETAHANAN RETAK DAN JEJAK LINGKUNGAN PADA CAMPURAN AC-BC MENGGUNAKAN RECYCLED CONCRETE AGGREGATE (RCA) DAN FILLER PORTLAND COMPOSITE CEMENT (PCC)


HADYAN, ANDI ANANDI PUTRA (2026) INTEGRASI KINERJA KETAHANAN RETAK DAN JEJAK LINGKUNGAN PADA CAMPURAN AC-BC MENGGUNAKAN RECYCLED CONCRETE AGGREGATE (RCA) DAN FILLER PORTLAND COMPOSITE CEMENT (PCC). Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of D012242017-QlerFBHCREisSIac-20260819140123.pdf] Text
D012242017-QlerFBHCREisSIac-20260819140123.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penggunaan Recycled Concrete Aggregate (RCA) dan Portland Composite Cement (PCC) pada campuran aspal merupakan salah satu strategi yang berpotensi mengurangi konsumsi agregat alam sekaligus meningkatkan keberlanjutan material perkerasan jalan. Namun, keseimbangan antara ketahanan terhadap retak dan kinerja lingkungan masih menjadi isu penting dalam perancangan campuran aspal. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan retak dan kinerja lingkungan campuran Asphalt Concrete–Binder Course (AC–BC) yang menggunakan RCA sebagai agregat kasar dan agregat halus serta PCC sebagai filler pada berbagai kadar aspal. Metode. Penelitian dilakukan menggunakan lima variasi kadar aspal, yaitu 5,0%, 5,5%, 6,0%, 6,5%, dan 7,0%. Ketahanan retak dievaluasi melalui pengujian IDEAL-CT sesuai ASTM D8225 untuk memperoleh nilai Cracking Tolerance Index (CT Index). Kinerja lingkungan dianalisis menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) dengan unit fungsional satu ton campuran aspal yang meliputi kategori dampak Global Warming Potential (GWP), Ozone Depletion Potential (ODP), Acidification Potential (AP), dan Eutrophication Potential (EP). Selanjutnya, Environmental Footprint Efficiency (EFE) dihitung sebagai rasio antara nilai CT Index terhadap masing-masing kategori dampak lingkungan. Hasil. Nilai CT Index meningkat dari 135,54 pada kadar aspal 5,0% hingga mencapai nilai maksimum sebesar 215,36 pada kadar aspal 6,0%, kemudian menurun pada kadar aspal yang lebih tinggi. Jejak lingkungan secara umum meningkat seiring bertambahnya kadar aspal, terutama pada kategori GWP, AP, dan EP. Nilai EFE tertinggi untuk kategori GWP, AP, dan EP diperoleh pada kadar aspal 5,5%, sedangkan nilai EFE tertinggi untuk kategori ODP dicapai pada kadar aspal 7,0%. Secara keseluruhan, kadar aspal 5,5% memberikan keseimbangan terbaik antara ketahanan retak dan efisiensi lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan RCA dan PCC berpotensi mendukung pengembangan campuran AC–BC yang lebih berkelanjutan melalui pengurangan konsumsi agregat alam tanpa mengurangi ketahanan terhadap retak.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Recycled Concrete Aggregate (RCA), campuran aspal, filler PCC, CT Index, jejak lingkungan
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 12 Oct 2026 06:38
Last Modified: 12 Oct 2026 06:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59317

Actions (login required)

View Item
View Item