AS, NURUL MARFU'AH (2026) UJI KARAKTERISTIK DINAMIS DAN STABILITAS SEISMIK BLOK MODUL EXPANDED POLYSTYRENE SEBAGAI MATERIAL TIMBUNAN TEMBOK PENAHAN. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
D013201011-9VMImjcUR17JaKsD-20260820140640.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Indonesia merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi sehingga diperlukannya pembangunan infrastruktur memerlukan pendekatan rekayasa yang adaptif, aman, dan berkelanjutan. Salah satu infrastruktur yang sering terdampak gempa adalah struktur dinding penahan tanah. Namun sistem Geosynthetics Reinforced Soil Wall (GRSW) menjawab berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh DPT konvensional. GRSW memiliki keunggulan dalam aspek kinerja, durabilitas, efisiensi konstruksi, estetika, dan ketahanan terhadap pembebanan seismik. Salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas dinding penahan tanah selain dengan memperbesar dimensi struktur, yaitu dengan memilih jenis geosintetik dengan kuat tarik yang lebih tinggi, menambah lapisan perkuatan, serta memperpanjang geosintetik. Namun alternatif lain bisa dilakukan dengan mengurangi gaya-gaya yang bekerja pada dinding penahan tanah itu sendiri, salah satunya dengan mereduksi berat timbunannya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan material timbunan ringan berbentuk Lightweight Modular Block (LMB) serta mengevaluasi pengaruh integrasinya kedalam sistem Geosynthetic Reinforced Soil Wall (GRSW) yang menggunakan fasad blok h terhadap stabilitas seismik. Penelitian dilaksanakan melalui tiga tahap eksperimental. Tahap pertama merupakan proses pengembangan material LMB berbasis tanah sedimen Waduk Bili-Bili, bahan stabilisasi semen dengan kadar 3%, 5%, 7%, dan 9%, serta butiran Expanded Polystyrene (EPS) sebesar 0,5% dan 0,75%. Sampel dipadatkan secara statis dan diperam selama 7, 14, dan 28 hari, kemudian diuji melalui uji kuat tekan bebas dan uji geser langsung tak terdrainase. Melalui tahap ini ditemukan komposisi yang paling efektif untuk digunakan dalam pembuatan blok LMB. Tahap kedua mengevaluasi pengaruh kondisi material lima model lereng sangat curam dengan kemiringan 73° melalui beberapa pengukuran untuk menguji stabilitas inisial lereng dan terhadap pembebanan seismik melalui uji meja getar. Melalui tahap ini, akan dipilih material timbunan yang akan digunakan sebagai material backfill pada tahap selanjutnya. Tahap ketiga bertujuan untuk membandingkan respons dinamis tiga konfigurasi diantara lain : 1) lereng tanpa perkuatan yang materialnya merupakan material Type 5 dari Tahap 2, 2) GRSW dengan desain fasad blok h, 3) GRSW dengan fasad blok h serta substitusi sebagian timbunan menggunakan LMB, pada percepatan tanah puncak sebesar 0,3g. Hasil penelitian secara garis besar menunjukkan bahwa model uji GRSW dengan blok h menurunkan nilai perpindahan horizontal maksimum menjadi 14 mm yang semulanya lereng tanpa perkuatan mengalami keruntuhan dengan displacements maksimum sebesar 155 mm. Lebih lanjut lagi, substitusi sebagian timbunan menggunakan LMB menurun hingga 3 mm. Penelitian ini menghasilkan tiga kontribusi utama, yaitu pengembangan LMB berbasis tanah sedimen–semen–EPS, pengembangan fasad blok h dengan mekanisme interlocking, dan pembuktian eksperimental bahwa kombinasi perkuatan tarik dan pengurangan berat timbunan dapat meningkatkan stabilitas seismik sistem dinding penahan tanah secara signifikan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aktivitas Seismik ; Geosynthetics Reinforced Soil Wall ; blok h ; interlocking ; reduksi berat ; LMB ; uji meja getar ; displacements |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 06:36 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 06:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59315 |
