RUSTAM, MUHAMMAD SYAFRIL (2026) PERAN BANDAR UDARA LOLEO SEBAGAI KATALISATOR PENGEMBANGAN KOTA SOFIFI, MALUKU UTARA : TEORI DAN ANALISIS. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
D013211020-o3Nn6qEWIT1Zx5JD-20260814182837.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK MUH SYAFRIL RUSTAM. PERAN BANDAR UDARA LOLEO SEBAGAI KATALISATOR PENGEMBANGAN KOTA SOFIFI, MALUKU UTARA: TEORI DAN ANALISIS (dibimbing oleh Sakti Adji Adisasmita, Sumarni Hamid Aly, Muhammad Assad Abdurrahman). Sofifi telah berfungsi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, namun perkembangan fungsi perkotaan, aktivitas ekonomi, pelayanan, dan gerbang transportasi udara utama masih terkonsentrasi di Ternate. Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan spasial-fungsional antara Sofifi sebagai pusat pemerintahan dan Ternate sebagai pusat aktivitas wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kondisi eksisting dan potensi pengembangan Sofifi dalam hubungannya dengan Ternate dan wilayah sekitarnya; (2) mengevaluasi kesesuaian lokasi rencana Bandara Loleo/Akelamo-Loleo dalam mendukung pengembangan Kota Sofifi; dan (3) menganalisis peran Bandara Loleo sebagai katalisator pengembangan Kota Sofifi berdasarkan teori dan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran melalui analisis spasial, analisis aksesibilitas, evaluasi kesesuaian lokasi, dan analisis strategis. Analisis spasial dilakukan dengan Geographic Information Systems (GIS) melalui penilaian kemiringan lahan, kendala tata ruang, kawasan lindung, badan air, permukiman, buffer permukiman, aksesibilitas jaringan, serta kedudukan rencana Bandara Loleo dalam tatanan kebandarudaraan. Analisis strategis dilakukan menggunakan SWOT yang diperkuat dengan Internal Factor Analysis Summary (IFAS), External Factor Analysis Summary (EFAS), dan matriks TOWS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan akses udara Sofifi terhadap Bandara Sultan Babullah di Ternate masih menjadi persoalan utama dalam penguatan fungsi Sofifi sebagai ibu kota provinsi. Evaluasi lokasi menunjukkan bahwa Bandara Loleo/Akelamo-Loleo memiliki posisi strategis karena terhubung secara spasial dengan Sofifi, Pelabuhan Loleo, jaringan jalan, Tidore, Ternate, dan daratan Halmahera. Namun, rencana bandara ini juga memiliki kedekatan dengan Bandara Sultan Babullah dan Bandara Weda, sehingga memerlukan penegasan fungsi sebagai simpul pelengkap dalam sistem kebandarudaraan Maluku Utara. Hasil analisis IFAS sebesar 2,596 dan EFAS sebesar 2,711 menempatkan Bandara Loleo pada Kuadran I dengan koordinat strategis (0,770; 0,787), sehingga strategi utama yang sesuai adalah strategi Strengths–Opportunities (S–O). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bandara Loleo berpotensi menjadi katalisator pengembangan Kota Sofifi, tetapi peran tersebut bersifat bersyarat. Bandara Loleo hanya dapat memberikan dampak katalitik apabila dikembangkan secara terintegrasi dengan jaringan transportasi darat–laut–udara, tata ruang, pembiayaan, pembebasan lahan, kelembagaan, aktivitas ekonomi wilayah, serta prinsip keberlanjutan lingkungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan parameter ketergantungan akses udara ibu kota provinsi sebagai variabel analitis dalam menilai peran bandara sebagai katalisator pengembangan kota kepulauan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bandara Loleo, Sofifi, katalisator pengembangan kota, ketergantungan akses udara, SWOT, IFAS, EFAS. |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 06:33 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 06:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59311 |
