ZILU, LA ODE MUHAMMAD REZKI MAULANA (2026) Studi Perilaku Lekatan Geser Abaca Textile Reinforced Geopolymer Mortar Berbasis Sugarcane Bagasse Ash Pada Beton. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
D011221111-BNFcqPY2jEZorHGi-20260819174920.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
LA ODE MUHAMMAD REZKI MAULANA ZILU. Studi Perilaku Lekatan Geser Abaca Textile Reinforced Geopolymer Mortar Berbasis Sugarcane Bagasse Ash Pada Beton (dibimbing oleh Dr. Eng. Ir. Fakhruddin, S.T., M.Eng.,IPM). Latar belakang. Penggunaan sistem perkuatan berbasis Textile Reinforced Geopolymer Mortar (TRGM) berkembang sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan dibandingkan Fiber Reinforced Polymer (FRP) berbasis resin epoksi karena memanfaatkan mortar geopolimer dan material penguat yang lebih ramah lingkungan. Pemanfaatan Sugarcane Bagasse Ash (SCBA) sebagai prekursor geopolimer serta penggunaan serat alami abaka menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keberlanjutan sistem perkuatan struktur beton. Namun, karakteristik lekatan geser sistem tersebut masih perlu dikaji untuk mengevaluasi efektivitas transfer tegangan antara mortar geopolimer, textile reinforcement, dan beton. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku lekatan geser Abaca Textile Reinforced Geopolymer Mortar (ATRGM) dan membandingkannya dengan Carbon Textile Reinforced Geopolymer Mortar (CTRGM) berdasarkan respons tegangan geser–slip, tegangan geser–regangan, kapasitas tegangan geser ultimit, mode kegagalan, serta kesesuaiannya dengan hasil teoritis. Metode. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental melalui pengujian single-lap direct shear pada spesimen beton yang diperkuat ATRGM dan CTRGM berbasis mortar geopolimer dengan prekursor SCBA. Parameter yang dianalisis meliputi hubungan tegangan geser–slip, tegangan geser–regangan, tegangan geser ultimit, pengamatan visual mode kegagalan, serta perbandingan hasil eksperimental dengan pendekatan teoritis. Hasil. CTRGM menghasilkan tegangan geser ultimit sebesar 0,263 MPa, lebih tinggi sekitar 53,41% dibandingkan ATRGM sebesar 0,172 MPa. Kurva tegangan geser–slip dan tegangan geser–regangan menunjukkan bahwa CTRGM memiliki kekakuan yang lebih tinggi, perkembangan slip yang lebih kecil, serta kemampuan transfer tegangan yang lebih efektif dibandingkan ATRGM. Pengamatan pasca-pengujian menunjukkan bahwa kedua sistem didominasi oleh mode kegagalan fiber rupture tanpa terjadinya debonding pada antarmuka mortar–beton, yang mengindikasikan kualitas lekatan mortar geopolimer terhadap substrat beton berlangsung dengan baik. Hasil teoritis juga menunjukkan kecenderungan yang sejalan dengan hasil eksperimen meskipun masih terdapat deviasi akibat penyederhanaan asumsi model analitis. Kesimpulan. Sistem TRGM berbasis SCBA menunjukkan potensi sebagai material perkuatan beton yang berkelanjutan dengan karakteristik lekatan yang baik. Penggunaan carbon textile memberikan performa lekatan geser dan efisiensi transfer tegangan yang lebih tinggi dibandingkan abaca textile, sedangkan abaca textile tetap berpotensi sebagai alternatif material perkuatan ramah lingkungan untuk aplikasi yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Textile Reinforced Geopolymer Mortar, Abaca Textile, Carbon Textile, Sugarcane Bagasse Ash, lekatan geser, beton. |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 06:03 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 06:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59281 |
