PINA, PINA (2026) ANALISIS KOMPARATIF SENSITIVITAS DAN SPESIFISITAS CEA, PNI DAN ALB-DNLR SCORE DENGAN ASUPAN GIZI SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITAS PADA PASIEN CARCINOMA COLORECTAL DI RSUP WAHIDIN SUDIROHUSODO. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.
C175231013-XDVfR9dH6BbePZ7o-20260814081314.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Carsinoma colorectal merupakan salah satu penyebab utama mortalitas akibat kanker di dunia. Status inflamasi dan nutrisi diketahui berperan penting dalam menentukan prognosis pasien. Biomarker seperti carcinoembryonic antigen (CEA), prognostic nutritional index (PNI), albumin-derived neutrophil lymphocyte ratio (Alb-dNLR), dan asupan gizi berpotensi digunakan sebagai prediktor mortalitas, namun efektivitasnya masih belum sepenuhnya jelas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menilai dan membandingkan sensitivitas dan spesifisitas CEA, PNI, Alb-dNLR, dan asupan gizi sebagai prediktor mortalitas pada pasien carsinoma colorectal. Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional retrospektif pada 242 pasien carsinoma colorectal di RSUP Wahidin Sudirohusodo. Data karakteristik klinis, parameter laboratorium seperti CEA, PNI, Alb-dNLR dan asupan gizi dianalisis. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square, analisis diskriminasi menggunakan Receiver Operating Characteristic (ROC), dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik untuk menentukan prediktor independen mortalitas. Hasil. Sebanyak 59 pasien (24%) meninggal selama masa monitoring. Komorbiditas (p=0,033), komplikasi (p=0,019), kemoterapi (p=0,017), konsul gizi (p=0,002), dan kadar albumin (p=0,001) berhubungan signifikan dengan mortalitas. Analisis ROC menunjukkan Alb-dNLR memiliki kemampuan diskriminasi terbaik (AUC=0,618; p=0,007), diikuti CEA (AUC=0,607; p=0,013), dan dNLR (AUC=0,600; p=0,021). Analisis regresi logistik menunjukkan Alb-dNLR merupakan satu-satunya prediktor independen mortalitas (OR=2,405; 95% CI: 1,124–5,149; p=0,024). PNI, albumin, CEA, dan asupan gizi tidak menunjukkan hubungan signifikan sebagai prediktor independen mortalitas. Kesimpulan. Alb-dNLR merupakan prediktor independen mortalitas terbaik dibandingkan CEA, PNI, albumin, dan asupan gizi pada pasien carsinoma colorectal. Alb-dNLR berpotensi digunakan sebagai biomarker prognostik sederhana dan efektif dalam praktik klinis.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Ilmu Gizi Klinik |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 00:26 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 00:26 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59223 |
