Hubungan Systemic Immune-Inflammation Index (SII), Systemic Inflammation Response Index (SIRI), dan faktor risiko dengan derajat White Matter Hyperintensities (WMH) berdasarkan Fazekas Score pada pasien Cerebral Small Vessel Disease (CSVD)


AKIB, SARTIKA (2026) Hubungan Systemic Immune-Inflammation Index (SII), Systemic Inflammation Response Index (SIRI), dan faktor risiko dengan derajat White Matter Hyperintensities (WMH) berdasarkan Fazekas Score pada pasien Cerebral Small Vessel Disease (CSVD). Sp thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of C155222016-Vck6QmL5ZbtAouaF-20260818090734.pdf] Text
C155222016-Vck6QmL5ZbtAouaF-20260818090734.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang dan Tujuan : Cerebral Small Vessel Disease (CSVD) merupakan penyakit pembuluh darah kecil otak yang salah satu manifestasi radiologis utamanya adalah White Matter Hyperintensity (WMH). Inflamasi sistemik diduga berperan dalam patogenesis CSVD. Systemic Immune-Inflammation Index (SII) dan Systemic Inflammation Response Index (SIRI) merupakan biomarker inflamasi yang berasal dari parameter darah lengkap dan berpotensi menggambarkan respons inflamasi sistemik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan SII, SIRI, dan faktor risiko dengan derajat WMH berdasarkan Fazekas Score pada pasien CSVD serta mengidentifikasi faktor yang berhubungan secara independen dengan WMH. Bahan dan Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional retrospektif menggunakan data rekam medis pasien CSVD di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Sebanyak 86 subjek memenuhi kriteria penelitian. Nilai SII dihitung berdasarkan rumus trombosit × neutrofil/limfosit, sedangkan SIRI dihitung berdasarkan rumus neutrofil × monosit/limfosit. Derajat WMH dinilai menggunakan Fazekas Score. Faktor risiko yang dianalisis meliputi usia, hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia. Analisis bivariat dilakukan menggunakan korelasi Spearman, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil : Median SII adalah 702,02 dengan rentang 18,45–9223,37, sedangkan median SIRI adalah 1,40 dengan rentang 0,06–33,74. Distribusi WMH berdasarkan Fazekas Score menunjukkan skor 1 sebanyak 41 subjek (47,7%), skor 2 sebanyak 34 subjek (39,5%), dan skor 3 sebanyak 11 subjek (12,8%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara SII dengan derajat WMH (r=-0,085; p=0,437) maupun SIRI (r=0,041; p=0,709). Usia menunjukkan hubungan positif yang bermakna dengan derajat WMH (r=0,493; p<0,001), demikian pula hipertensi (r=0,325; p=0,002). Diabetes melitus dan dislipidemia tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Analisis multivariat menunjukkan usia dan hipertensi berhubungan secara independen dengan WMH. Usia memiliki OR 1,117 (IK95% 1,055–1,183; p<0,001), sedangkan hipertensi memiliki OR 0,206 (IK95% 0,070–0,610; p=0,004). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara SII maupun SIRI dengan derajat WMH pada pasien CSVD. Usia dan hipertensi merupakan faktor yang berhubungan secara independen dengan WMH, sedangkan diabetes melitus dan dislipidemia tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.

Item Type: Thesis (Sp)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Saraf
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 09 Oct 2026 00:21
Last Modified: 09 Oct 2026 00:21
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59218

Actions (login required)

View Item
View Item