ANALISIS PENGARUH POWDER FACTOR TERHADAP FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN PADA BATUGAMPING (Studi Kasus: PT Semen Bosowa, Desa Baruga, Kec. Bantimurung Kab. Maros, Prov. Sulawesi Selatan)


SASTRAWIJAYA. M, MUHAMMAD ALIF (2026) ANALISIS PENGARUH POWDER FACTOR TERHADAP FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN PADA BATUGAMPING (Studi Kasus: PT Semen Bosowa, Desa Baruga, Kec. Bantimurung Kab. Maros, Prov. Sulawesi Selatan). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D111211074-fullllll.pdf] Text
D111211074-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. PT Semen Bosowa Maros merupakan perusahaan yang menambang batu gamping dengan metode tambang terbuka menggunakan sistem Side Hill Quarry. Pembongkaran batuan dilakukan dengan peledakan, sehingga kualitas distribusi fragmen menjadi indikator penting keberhasilan operasi. Ukuran fragmen yang terlalu besar akan menghambat kegiatan penggalian dan operasional alat peremuk. Oleh karena itu, powder factor (PF) perbandingan jumlah bahan peledak terhadap volume batuan harus dioptimalkan agar menghasilkan fragmentasi sesuai kebutuhan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi nilai PF pada kegiatan peledakan batugamping di kuari PT Semen Bosowa Maros, menganalisis nilai P80 menggunakan WipFrag, membandingkan hasil fragmentasi aktual dengan prediksi Kuz-Ram, serta memberikan rekomendasi geometri peledakan berdasarkan metode R.L. Ash. Metode. Metode penelitian meliputi perhitungan PF dari volume batuan dan jumlah bahan peledak, analisis fragmentasi teoritis menggunakan Kuz-Ram, analisis fragmentasi aktual melalui WipFrag, dan perbandingan keduanya. Selanjutnya ditentukan rekomendasi geometri peledakan yang optimal. Hasil Penelitian. Hasil evaluasi dari 15 kali peledakan menunjukkan bahwa fragmentasi relatif seragam dan sesuai dengan target operasi tambang. Nilai PF yang diperoleh berada pada kisaran 0,24–0,48 kg/m³, tergolong tinggi karena densitas batu gamping yang besar. Fragmentasi aktual dominan berada pada rentang 28–55 cm, sedangkan prediksi teoritis 21–28 cm. Adanya fragmen oversize >55 cm mengindikasikan perlunya penyesuaian PF, geometri lubang, dan stemming agar hasil aktual mendekati prediksi. Analisis hubungan PF dengan fragmentasi menunjukkan bahwa peningkatan PF secara konsisten menurunkan ukuran fragmen, yang menandakan pemanfaatan energi peledakan lebih efektif. Pengukuran lapangan pada 110 lubang dengan total bahan peledak 875 kg menunjukkan fragmentasi aktual lebih kasar dibanding prediksi. Kesimpulan. Rekomendasi geometri berdasarkan R.L. Ash meliputi diameter lubang 0,114 m, burden 3,4 m, spasi 4,4 m, kedalaman lubang 3 m, stemming 1,05 m, dan charge column 1,95 m. Berdasarkan hasil rekomendasi geometri didapatkan nilai powder factor optimal sebesar 0,38 Kg/m3. Keseluruhan hasil menunjukkan bahwa PF merupakan faktor kunci dalam mencapai fragmentasi optimal dan efisiensi peledakan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 08 Oct 2026 06:10
Last Modified: 08 Oct 2026 06:10
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59178

Actions (login required)

View Item
View Item