CHANDRA, KEVIN (2026) Kinerja Tiang Hybrid Berpori Terhadap Penurunan dan Deformasi Tanah Pasir Akibat Variasi Percepatan Gempa. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
D011221009-aGB5YKlLmv1WJ0cj-20260814121719.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Likuifaksi merupakan fenomena hilangnya kekuatan geser tanah akibat meningkatnya tekanan air pori berlebih ketika tanah jenuh menerima getaran gempa, sehingga tanah berperilaku menyerupai fluida. Fenomena ini dapat menyebabkan berbagai kerusakan geoteknik seperti penurunan tanah (settlement), deformasi lateral, kerusakan fondasi, hingga kegagalan timbunan (embankment). Terjadinya likuifaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis dan kepadatan tanah pasir, kondisi kejenuhan tanah, besar percepatan gempa (Peak Ground Acceleration/PGA), durasi getaran, dan kondisi drainase tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja tiang hybrid berpori dalam memitigasi dampak likuifaksi pada tanah pasir jenuh akibat variasi percepatan gempa. Pengujian dilakukan menggunakan shaking table dengan variasi percepatan gempa sebesar 0,3g, 0,4g, dan 0,5g pada dua model pengujian, yaitu model tanpa drainase horisontal dan model dengan drainase horisontal. Kedua model menggunakan tiang hybrid berpori sebagai elemen perkuatan tanah, yang terbuat dari pipa PVC berlubang dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) di bagian dalamnya untuk membantu mempercepat disipasi tekanan air pori. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi nilai penurunan tanah, respons percepatan tanah, dan pola deformasi tanah setelah pembebanan dinamis. Pengukuran percepatan dilakukan menggunakan tiga sensor akselerometer pada kedalaman 10 cm, 30 cm, dan 50 cm dari permukaan tanah untuk melihat respons percepatan pada tiap lapisan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dengan drainase horisontal mengalami reduksi penurunan tanah sekitar 17–20% dibandingkan model tanpa drainase horisontal pada seluruh variasi percepatan gempa. Selain itu, respons percepatan tanah pada model dengan drainase horisontal cenderung lebih stabil dan mengalami redaman getaran yang lebih baik. Hasil analisis pola deformasi melalui peta kontur dan model 3D juga menunjukkan bahwa sistem drainase horisontal mampu mengurangi deformasi vertikal dan membuat distribusi deformasi tanah menjadi lebih merata serta stabil dibandingkan model tanpa drainase horisontal. Dengan demikian, kombinasi sistem drainase horisontal dan tiang hybrid berpori terbukti efektif dalam memitigasi dampak likuifaksi akibat pembebanan gempa dinamis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | likuifaksi, tiang hybrid berpori, drainase horisontal, tanah pasir, shaking table, percepatan, penurunan, deformasi. |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 05:10 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 05:10 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59173 |
