PUTRA, GERALDI DWI (2026) Prestasi Sistem Pendinginan Kombinasi Air Cooling dan Phase Change Material pada Modul Baterai Lithium-Ion. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
D021221093-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Peningkatan penggunaan kendaraan listrik meningkatkan ketergantungan pada baterai lithium-ion, yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh kenaikan temperatur selama operasi. Temperatur yang tidak terkontrol dapat menurunkan efisiensi, mempercepat degradasi, serta meningkatkan risiko kegagalan termal. Oleh karena itu, diperlukan sistem manajemen termal yang efektif dan efisien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik temperatur baterai lithium-ion pada berbagai kombinasi PCM (paraffin wax dan soy wax) dengan sistem air cooling, serta membandingkan kinerja masing – masing sistem pendinginan dalam melepaskan panas baterai. Metode. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan modul baterai lithium-ion 16 sel yang dipanaskan menggunakan lampu halogen 500 W. Variasi yang digunakan meliputi komposisi PCM (100%, 65%, 35%, dan 0%), penggunaan air cooling, serta kombinasi keduanya. Temperatur diukur menggunakan termokopel dan dianalisis secara kuantitatif untuk mengevaluasi performa pendinginan. Hasil. Tanpa pendinginan, temperatur baterai mencapai 60,78°C. Penggunaan PCM menurunkan temperatur menjadi 39,01°C (↓21,77°C), sedangkan air cooling menurunkannya hingga 29,3°C (↓>31,48°C). Sistem kombinasi menghasilkan temperatur terendah sebesar 29,16°C, dengan penurunan total 31,62°C (≈52%) serta kestabilan termal yang lebih baik selama proses pemanasan dan pendinginan. Selain itu, kombinasi metode pendinginan mampu memperlambat laju kenaikan temperatur dan mempercepat proses pelepasan panas ke lingkungan. Kesimpulan. Sistem pendinginan kombinasi air cooling dan PCM terbukti lebih efektif dalam mengendalikan temperatur baterai dibandingkan metode tunggal. Variasi komposisi PCM juga berpengaruh terhadap kemampuan penyerapan panas, sehingga kombinasi paraffin wax dan soy wax berpotensi meningkatkan kinerja sistem manajemen termal baterai.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Baterai Lithium-Ion; Manajemen Termal; Air Cooling; Phase Change Material; Pendinginan Hybrid. |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Mesin |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 02:34 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 02:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59171 |
