TUZZAHRA, NAJMA (2026) EFEK KONTRASEPSI HORMONAL PADA KEJADIAN DRY EYE DISEASE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C025221002-oywis5G1rlApeXVF-20260819134929.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Penggunaan kontrasepsi hormonal bekerja dengan memodulasi kadar hormon seks steroid, yang juga berperan penting dalam menjaga homeostasis permukaan mata. Androgen mendukung fungsi kelenjar Meibom dan lakrimal, sementara estrogen dapat memicu inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan berbagai jenis kontrasepsi hormonal dengan kejadian dan karakteristik klinis Dry Eye Disease (DED). Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada wanita usia reproduksi di beberapa Puskesmas di Kota Makassar. Subjek dikelompokkan menjadi pengguna kontrasepsi hormonal (Suntik 1 bulan, Suntik 3 bulan, Pil Progestin, Pil Kombinasi, Implan) dan non-hormonal (IUD Tembaga, Kondom) sebagai kontrol. Evaluasi DED dilakukan menggunakan kuesioner Ocular Surface Disease Index (OSDI) untuk gejala subjektif, serta tes Schirmer I dan Tear Break-Up Time (TBUT) untuk tanda objektif. Analisis statistik dilakukan menggunakan signifikansi p<0.01. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna pada parameter DED antara kelompok hormonal dan non- hormonal (p<0.01). Kelompok hormonal menunjukkan skor OSDI yang lebih tinggi serta nilai Schirmer dan TBUT yang lebih rendah dibandingkan kontrol. Analisis sub-kelompok menunjukkan bahwa pengguna Pil Kombinasi dan Implan mengalami gangguan terberat dengan profil DED campuran (mixed type) derajat berat. Pengguna Suntik 3 Bulan (Depot Medroxyprogesterone Acetate) menunjukkan profil unik Evaporative Dry Eye (produksi air mata normal, namun TBUT sangat rendah). Fenomena diskoneksi gejala (symptom-sign disconnect) ditemukan pada pengguna Pil Progestin, di mana tanda klinis menunjukkan gangguan signifikan namun gejala subjektif minimal, yang diduga akibat penurunan sensitivitas kornea. Terdapat korelasi positif yang kuat antara durasi penggunaan kontrasepsi hormonal dengan keparahan gejala subjektif. Kesimpulan: Penggunaan kontrasepsi hormonal berhubungan signifikan dengan kejadian Dry Eye Disease. Jenis kontrasepsi memengaruhi fenotipe klinis DED, di mana metode jangka panjang seperti Implan dan metode kombinasi oral memiliki dampak paling merugikan terhadap stabilitas dan produksi air mata.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Mata |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 06:00 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 06:00 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59160 |
