RIZAL, SAMSUL (2026) ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG BATUBARA PADA MATERIAL LUNAK DAERAH SESAYAP, TANA TIDUNG, KALIMANTAN UTARA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
D112241013-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Longsoran penambangan di daerah penelitian terjadi pada Bulan Oktober 2022 menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, maka dilakukan analisis karakterisasi material lunak, kestabilan lereng serta penguatan lereng. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik material lunak, kestabilan lereng serta menentukan penguatan lereng. Metode yang digunakan meliputi studi pustaka, pengumpulan data lapangan dan data pendukung analisis lereng, pengujian laboratorium, pengolahan dan analisis data. Data yang digunakan meliputi RQD, SPT, kadar air, XRD, SEM, UCS dan kohesi. Litologi di daerah penelitian terdiri dari tanah, lempung pasiran, batulempung, batulempung interkalasi serta bedrock, mengacu pada ISRM 1981, maka litologi tersebut termasuk material sangat lunak. Tanah dan lempung pasiran penyebab longsoran memiliki karakteristik kualitas massa batuan sangat buruk, lepas, kadar air tinggi, tingkat kekuatan material dan kohesi rendah. Kandungan illite dan kaolinit menyebabkan material mudah menyerap dan menyimpan air, meningkatkan tekanan air pori, menurunkan kekuatan material. Batulempung, batulempung interkalasi dan bedrock bersifat padat, kualitas massa batuan sedang-baik, kompak, kadar air rendah, kekuatan dan kohesi tinggi. Hasil analisis kestabilan lereng tunggal material tanah tinggi jenjang 3 m sudut lereng maksimal 35 derajat, tinggi jenjang 5m sudut lereng maksimal 20 derajat. Lempung pasiran tinggi jenjang 7m sudut lereng 25 derajat, tinggi jenjang 10 m sudut lereng 20 derajat. Batulempung dan batulempung interkalasi tinggi lereng 10m sudut lereng 600. Hasil analisis kestabilan lereng keseluruhan: tanah dan lempung pasiran memiliki tinggi keseluruhan 20 m, sudut lereng keseluruhan 15 derajat, batulempung dan batulempung interkalasi tinggi jenjang 10 m, lebar berm 8m, sudut lereng 50 derajat, tinggi lereng keseluruhan 40 m, sudut lereng keseluruhan 34 derajat. Dari penguatan prefabricated vertical drainage menunjukkan nilai tekanan air pori menurun, kohesi meningkat, lereng tunggal material tanah dan lempung memiliki gemoetri tinggi jenjang 5m, sudut lereng maksimal 60 derajat.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 03:24 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 03:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59152 |
