PROFIL STATUS PLASMA VOLUME BERDASARKAN ESTIMATED PLASMA VOLUME STATUS DAN IVC COLLAPSIBILITY INDEX PADA PASIEN GAGAL JANTUNG


KHAIRUDDIN, NURUL FAJRINA (2026) PROFIL STATUS PLASMA VOLUME BERDASARKAN ESTIMATED PLASMA VOLUME STATUS DAN IVC COLLAPSIBILITY INDEX PADA PASIEN GAGAL JANTUNG. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of C015221015-GZTXOLkjm6fwFd7l-20260819141310.pdf] Text
C015221015-GZTXOLkjm6fwFd7l-20260819141310.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Kongesti merupakan karakteristik utama pada gagal jantung (heart failure/HF) dan menjadi penyebab utama rawat inap serta luaran klinis yang buruk. Namun, penilaian kongesti masih menjadi tantangan karena sifatnya yang multidimensional, melibatkan ekspansi volume intravaskular dan kongesti vena sistemik. Estimated plasma volume status(ePVS) dan inferior vena cava collapsibility index (IVC-CI) merupakan parameter noninvasif yang mudah diperoleh dan berpotensi memberikan informasi yang saling melengkapi mengenai status volume. Metode: Penelitian potong lintang ini melibatkan 198 pasien gagal jantung yang dirawat di sebuah rumah sakit rujukan tersier. Nilai ePVS dihitung berdasarkan kadar hemoglobin dan hematokrit, sedangkan IVC-CI dinilai menggunakan ekokardiografi transtorakal. Pasien dikelompokkan menjadi gagal jantung dengan fraksi ejeksi berkurang (HFrEF), fraksi ejeksi sedikit menurun (HFmrEF), dan fraksi ejeksi dipertahankan (HFpEF). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji komparatif yang sesuai, dengan nilai p < 0,05 dianggap bermakna secara statistik. Hasil: Pada saat masuk rumah sakit, pasien menunjukkan nilai ePVS yang meningkat (5,26 ± 1,38) dan nilai IVC-CI yang menurun (19,07 ± 9,65), yang mengindikasikan adanya kongesti. Nilai ePVS berbeda bermakna antar kelompok fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF) (p = 0,007), dengan nilai tertinggi ditemukan pada kelompok HFrEF. Perbedaan IVC-CI lebih nyata (p < 0,001), dengan nilai terendah pada kelompok HFrEF yang menunjukkan kongesti vena lebih berat. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara ePVS dan sebagian besar variabel klinis. Namun, nilai IVC-CI secara signifikan lebih rendah pada pasien dengan penyakit ginjal kronik (p = 0,008). Selain itu, tidak ditemukan korelasi yang kuat antara ePVS dan IVC-CI. Kesimpulan: : ePVS dan IVC-CI mencerminkan aspek kongesti yang berbeda namun saling melengkapi pada pasien gagal jantung. Penggunaan kedua parameter secara bersamaan berpotensi memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dan praktis dalam menilai status volume pada berbagai fenotipe gagal jantung.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: gagal jantung; kongesti; estimated plasma volume status; inferior vena cava collapsibility index; ekokardiografi.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 08 Oct 2026 02:24
Last Modified: 08 Oct 2026 02:24
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59148

Actions (login required)

View Item
View Item