Pengembangan Model Prediksi ENSO (El Nino–Southern Oscillation) Menggunakan Model Linear dan Non-Linear


SIAGIAN, ZERUYA YUDEA (2026) Pengembangan Model Prediksi ENSO (El Nino–Southern Oscillation) Menggunakan Model Linear dan Non-Linear. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of H061221029-PEBrOiafj6wykgnU-20260817174506.pdf] Text
H061221029-PEBrOiafj6wykgnU-20260817174506.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. El Nino–Southern Oscillation (ENSO) merupakan fenomena interaksi laut–atmosfer yang memengaruhi variabilitas iklim dan dapat meningkatkan risiko kekeringan serta banjir di Indonesia. Prediksi indeks Nino 3.4 diperlukan untuk mendukung upaya antisipasi terhadap dampak ENSO. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menerapkan dan membandingkan kinerja Multiple Linear Regression (MLR), Long Short-Term Memory (LSTM), Random Forest, dan Extreme Gradient Boosting (XGBoost) dalam memprediksi indeks Nino 3.4 pada lead time 1–12 bulan. Metode. Data yang digunakan berupa indeks Nino 3.4 dan Southern Oscillation Index (SOI) bulanan periode 1873–2025 yang diperoleh dari National Oceanic and Atmospheric Administration. Data Januari 1873–Desember 2009 digunakan sebagai data pelatihan, sedangkan Januari 2010–Juli 2025 digunakan sebagai data pengujian. Variabel masukan dibentuk dari 44 lag Nino 3.4 dan 44 lag SOI. Kinerja model dievaluasi menggunakan korelasi Pearson, Root Mean Square Error (RMSE), dan Peirce Skill Score (PSS). Hasil. Seluruh model menunjukkan kinerja yang baik pada lead time pendek, tetapi mengalami penurunan seiring bertambahnya horizon prediksi. MLR menunjukkan kinerja paling konsisten pada sebagian besar lead time berdasarkan ketiga metrik evaluasi. LSTM memberikan hasil yang baik pada horizon pendek, tetapi mengalami penurunan lebih besar pada horizon panjang. Random Forest dan XGBoost mampu mengikuti perubahan Nino 3.4, meskipun belum menunjukkan keunggulan yang konsisten. Pada lead time 10–12 bulan, Random Forest memiliki nilai korelasi yang sedikit lebih tinggi, sedangkan MLR tetap lebih konsisten ketika RMSE dan PSS turut dipertimbangkan. Kesimpulan. MLR merupakan model terbaik dalam penelitian ini untuk prediksi ENSO jangka pendek hingga menengah, sedangkan kemampuan seluruh model pada lead time panjang masih terbatas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: ENSO; Nino 3.4; MLR; LSTM; Random Forest; XGBoost.
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 08 Oct 2026 02:05
Last Modified: 08 Oct 2026 02:05
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59099

Actions (login required)

View Item
View Item