ALPARI, REVA KURNIA (2026) KANDUNGAN MINERAL BATUAN DI AREA PANAS BUMI OSANGO, MAMASA MENGGUNAKAN METODE SEM-EDX DAN FTIR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
H061221028-7dysN5SnpjwOGEav-20260818180251.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Daerah panas bumi merupakan wilayah yang mengalami interaksi antara fluida hidrotermal dan batuan sehingga dapat mengubah karakteristik mineral penyusun batuan. Identifikasi mineral pada area panas bumi penting dilakukan untuk mengetahui pengaruh aktivitas hidrotermal terhadap karakteristik batuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan mineral alterasi batuan pada area panas bumi menggunakan metode Scanning Electron Microscopy–Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX) dan Fourier Transform Infrared (FTIR), serta menganalisis dan membandingkan karakteristik mineral antar sampel untuk mengetahui pengaruh aktivitas hidrotermal di lokasi penelitian. Sampel batuan diambil pada 2 titik berbeda, yaitu lokasi yang terkena dan tidak terkena aliran air panas. Sampel dipreparasi dalam bentuk serbuk, kemudian dianalisis menggunakan metode Scanning Electron Microscopy–Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX) untuk mengamati morfologi permukaan dan komposisi unsur, dan Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk menganalisis gugus fungsi dan jenis mineral penyusun batuan. Analisis SEM menunjukkan kedua sampel memiliki morfologi berupa agregat mineral dengan bentuk tidak beraturan dan tekstur permukaan yang kasar, dengan sampel S1 memperlihatkan agregat yang lebih berkembang dibandingkan S2. Analisis EDX menunjukkan dominasi unsur O, Si, Al, Ca, Na, K, Fe, dan Mg yang mengindikasikan mineral silikat sebagai penyusun utama batuan. Analisis FTIR mengidentifikasi gugus Si–O, Si–O–Al, H–O–H, dan O–H yang menunjukkan keberadaan kuarsa, feldspar, mineral aluminosilikat, serta mineral lempung berupa kaolinit, illit, dan smektit (montmorillonit). Kedua sampel didominasi oleh mineral silikat dengan indikasi mineral alterasi berupa kaolinit, illit, dan smektit (montmorillonit). Perbedaan morfologi permukaan, komposisi unsur, dan spektrum FTIR menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengaruh aktivitas hidrotermal pada kedua sampel.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | panas bumi, SEM-EDX, FTIR, alterasi hidrotermal, mineral silikat. |
| Subjects: | Q Science > QC Physics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 00:54 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 00:54 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59098 |
