NURHIDAYAH, . (2026) PERBANDINGAN KANDUNGAN NUTRISI, PIGMEN KLOROFIL DAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN SELADA LAUT (Ulva lactuca L.) PADA LOKASI YANG BERBEDA DI SULAWESI SELATAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
H052221011-LKhnT2VU5qgvotd3-20260819212549.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
NURHIDAYAH, Perbandingan kandungan nutrisi, pigmen klorofil dan karakteristik lingkungan selada laut (Ulva lactuca L.) pada lokasi yang berbeda di sulawesi selatan (dibimbing oleh Dr. Magdalena Litaay, M.Sc dan Dr. Lideman, S.Pi., M.Sc) Latar Belakang: Selada laut Ulva lactuca L. merupakan makroalga hijau yang berpotensi sebagai sumber pangan karena mengandung berbagai nutrisi penting, seperti protein, lemak, serat, karbohidrat, mineral, dan klorofil. Kandungan nutrisi tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat tumbuhnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan nutrisi selada laut U. lactuca L. dari tiga perairan berbeda di Sulawesi Selatan yaitu Kabupaten Bantaeng, Barru, dan Wajo serta analisis pengaruh kualitas air terhadap kandungan nutrisi U. lactuca L. Metode. Sampel U. lactuca L. dianalisis kadar air, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), dan kadar abu, bersama parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, kecerahan, kecepatan arus, nitrat, dan fosfat). Data dianalisis menggunakan R dengan ANOVA satu arah atau uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan uji HSD Tukey atau uji lanjut Dunn dengan koreksi Benjamini-Hochberg untuk perbandingan berganda, serta Analisis Komponen Utama (PCA).. Hasil penelitian. Berdasarkan basis bahan kering, kadar protein kasar tertinggi ditemukan di Barru (33,17±6,64%), kadar lemak kasar tertinggi di Bantaeng (5,53±1,01%), dan kadar serat kasar tertinggi di Wajo (10,59±2,38%), sedangkan BETN tertinggi di Bantaeng (36,36±4,52%) meskipun tidak berbeda nyata antarlokasi. Kadar lemak kasar, serat kasar, dan abu berbeda nyata antarlokasi (p<0,001), sedangkan bahan kering, protein kasar, dan BETN tidak (p>0,05). Kandungan klorofil a tertinggi diperoleh pada Bantaeng (0,88±0,05 mg/L) dan berbeda nyata antarlokasi (p<0,001), sedangkan klorofil b tidak berbeda nyata antarlokasi (p=0,718). Setelah koreksi Benjamini-Hochberg untuk perbandingan berganda, tidak ada satu pun parameter kualitas air yang berbeda nyata antarlokasi, meskipun kecerahan air menunjukkan perbedaan nominal sebelum koreksi (p mentah=0,031). Analisis PCA menunjukkan bahwa suhu, kecepatan arus, kecerahan air, dan ketersediaan nutrien secara umum berasosiasi dengan variasi kandungan proksimat dan klorofil Ulva lactuca L., dengan tiga komponen utama pertama menjelaskan 66,2% dari total varians. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar lemak kasar, serat kasar, abu, dan klorofil a Ulva lactuca L. berbeda nyata antarlokasi, sedangkan bahan kering, protein kasar, BETN, klorofil b, serta seluruh parameter kualitas perairan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Analisis PCA menunjukkan adanya kecenderungan asosiasi antara beberapa parameter lingkungan dengan kandungan nutrisi, namun hasil ini bersifat eksploratif mengingat keterbatasan ukuran sampel dan tidak didukung oleh perbedaan kualitas perairan yang signifikan antarlokasi. Oleh karena itu, variasi kandungan nutrisi Ulva lactuca L. diduga juga dipengaruhi oleh faktor biologis dan fisiologis yang tidak diamati dalam penelitian ini.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ulva lactuca L, kandungan nutrisi, analisis proksimat, klorofil, kualitas perairan. |
| Subjects: | Q Science > QH Natural history |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 01:28 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 01:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59087 |
