WAHYUNI, SRI (2026) Analisis Parameter Seismik Berdasarkan Pemodelan Shakemap di Provinsi Sulawesi Barat. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
H042241003-YNdsRJypHfIOUr9z-20260820155745.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
SRI WAHYUNI. Analisis Parameter Seismik Berdasarkan Pemodelan Shakemap di Provinsi Sulawesi Barat. (Dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Muh. Altin Massinai, M.T. Surv. IPM dan Prof. Dr. Samsu Arif, M.Si.) Penelitian ini menganalisis karakteristik bahaya dan risiko seismik di Provinsi Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, berdasarkan pemodelan skenario sejarah gempabumi merusak M6.9 tahun 1969 dan M6.7 tahun 1984. Metode penelitian yang digunakan adalah pemodelan pemetaan guncangan tanah (shakemap) untuk mengestimasi parameter Peak Ground Acceleration (PGA), Peak Ground Velocity (PGV), dan Modified Mercalli Intensity (MMI) di tingkat kecamatan, serta menganalisis hubungannya dengan kondisi geologi lokal dan potensi dampak sosial. Hasil pemodelan kedua skenario gempabumi menunjukkan bahwa pada gempa tahun 1969 nilai parameter seismik masing-masing berada pada nilai rentang PGA sebesar 0,02–0,30 g, PGV sebesar 5–33 cm/s, dan intensitas MMI IV–VIII. Nilai tertinggi teridentifikasi di pesisir selatan Kab.Majene yang meliputi Kecamatan Tubo Sendana, Sendana, dan Banggae Timur dengan 7 kecamatan memiliki PGV kritis >20 cm/s. Sedangkan, pada gempabumi M6.7 tahun 1984, 1969 nilai parameter seismik masing -masing berada pada nilai pada rentang PGA 0,03–0,40 g, PGV 2–31 cm/s dan intensitas MMI IV–VII+.Nilai tertinggi terkonsentrasi di Kecamatan Tapalang dan Tapalang Barat Kabupaten Mamuju dengan 3 kecamatan mencatatkan PGV >20 cm/s. Kondisi geologi berupa endapan aluvial muda dan sedimen pantai di wilayah pesisir terbukti memicu efek amplifikasi lokal (site effect) yang signifikan. Temuan penelitian menegaskan bahwa PGV dan faktor geologi permukaan merupakan indikator kunci pendorong kerusakan bangunan non-engineered, yang menjelaskan mengapa kerusakan historis terjadi secara masif meskipun nilai PGA pemodelan berada di bawah standar PGA desain PUPR. Fenomena ini tervalidasi secara empiris pada peristiwa gempabumi Mamuju–Majene M6.2 tahun 2021. Kombinasi antara kerentanan struktur, amplifikasi geologi, dan tingginya eksposur populasi di kawasan padat penduduk seperti Kecamatan Banggae, Banggae Timur, dan Mamuju secara signifikan meningkatkan risiko bencana seismik di kedua kabupaten tersebut.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Shakemap, PGA, PGV, MMI, Majene, Mamuju. |
| Subjects: | Q Science > QC Physics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 07:23 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 07:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59056 |
