ZAINAL, SRI HIKMAWATY (2026) Perbandingan Video Pembelajaran Digital dan Konvensional pada Pembelajaran Anatomi Mahasiswa Keperawatan : Suatu Studi Cross-Over. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062232054-SZah8NPEbIekj9Wt-20260717144003.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang : Pemahaman anatomi sistem gastrointestinal merupakan kompetensi dasar yang sangat penting bagi mahasiswa keperawatan karena berperan langsung dalam pengambilan keputusan klinis dan keselamatan pasien. Perkembangan teknologi pendidikan mendorong pemanfaatan media pembelajaran digital, khususnya video pembelajaran, sebagai alternatif metode pembelajaran Konvensional. Membedakan efektivitas Video Pembelajaran Digital dan Pembelajaran Konvensional pada pembelajaran mata kuliah anatomi sistem gastrointestinal. Tujuan : Membedakan hasil pembelajaran anatomi sistem gastrointestinal pada mahasiswa keperawatan setelah mengikuti pembelajaran video digital dan konvensional dalam desai cross-over. Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimen cross-over dengan pendekatan pre-test dan post-test pada dua kelompok mahasiswa. Kelompok A dan Kelompok B masing-masing menerima dua metode pembelajaran yang berbeda secara bergantian. Pada fase pertama (pre cross-over), Kelompok A menggunakan media video digital dan Kelompok B menggunakan metode konvensional pada materi anatomi cavum oris–anus. Pada fase kedua (post cross-over), kedua kelompok saling bertukar metode pembelajaran pada materi organ aksesoris sistem gastrointestinal. Analisis data dilakukan menggunakan paired t-test untuk membandingkan nilai pre-test dan post-test dalam kelompok, serta independent t-test untuk membandingkan hasil belajar antar kelompok. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode pembelajaran meningkatkan pengetahuan mahasiswa secara signifikan (p < 0,05). Pada fase pre cross-over, nilai rata-rata kelompok video digital meningkat dari 42,90 menjadi 84,35, sedangkan kelompok konvensional meningkat dari 46,45 menjadi 77,10. Pada fase post cross-over, kelompok video digital meningkat dari 49,84 menjadi 83,87, sementara kelompok konvensional meningkat dari 38,55 menjadi 74,19. Analisis perbandingan antar kelompok menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test pada kelompok video digital secara konsisten lebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional, baik pada materi cavum oris–anus (84,35 vs 77,10; p = 0,008) maupun materi organ aksesoris (83,87 vs 74,19; p = 0,000). Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap media pembelajaran digital berada pada kategori puas, dengan nilai mean berkisar antara 3,92–4,19. Kesimpulan : Media pembelajaran berbasis video digital merupakan pendekatan yang lebih efektif dibandingkan metode pembelajaran konvensional dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai anatomi sistem gastrointestinal. Selain mendukung peningkatan hasil belajar, media pembelajaran ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih positif bagi mahasiswa. Oleh karena itu, integrasi media pembelajaran digital dapat dipertimbangkan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk mendukung efektivitas pembelajaran anatomi dalam pendidikan kedokteran.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 08:30 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 08:30 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59050 |
