JOHAN, NABILA RANIAH ZATADINI (2026) Uji Aktivitas Antibakteri Beberapa Jenis Madu terhadap Bakteri Penyebab Penyakit Infeksi Staphylococcus aureus. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
H041221022-CS5Dw9YqWzmPt4Kk-20260810223927.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK NABILA RANIAH ZATADINI JOHAN. Uji Aktivitas Antibakteri Beberapa Jenis Madu terhadap Bakteri Penyebab Penyakit Infeksi Staphylococcus aureus (dibimbing oleh Zaraswati Dwyana) Latar Belakang. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus menjadi masalah kesehatan yang serius, terutama dengan meningkatnya kasus resistensi terhadap antibiotik. Kondisi ini mendorong pencarian alternatif antibakteri alami, salah satunya adalah madu yang diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, dan hidrogen peroksida. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri beberapa jenis madu terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus serta menentukan jenis madu yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi cakram (Kirby-Bauer) dengan menggunakan media Mueller-Hinton Agar (MHA). Sampel madu yang diuji yaitu madu kaliandra dan madu hutan Baduy dengan variasi konsentrasi 25%, 50%, dan 75%. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar cakram. Kontrol positif menggunakan antibiotik amoxicillin, sedangkan kontrol negatif menggunakan akuades steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis madu memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada setiap konsentrasi. Hasil. Madu kaliandra menunjukkan daya hambat yang lebih tinggi dibandingkan madu Baduy, dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 10 mm, 12 mm, dan 14 mm pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75%. Sementara itu, madu Baduy menghasilkan zona hambat sebesar 9 mm, 11 mm, dan 13 mm pada konsentrasi yang sama. Peningkatan konsentrasi madu berbanding lurus dengan peningkatan daya hambat terhadap bakteri. Kesimpulan. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa madu memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami terhadap Staphylococcus aureus, dengan madu kaliandra menunjukkan aktivitas antibakteri paling efektif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Madu, Antibakteri, Staphylococcus aureus, Difusi Cakram, Madu Kaliandra, Madu Baduy |
| Subjects: | Q Science > QH Natural history |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 08:24 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 08:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59047 |
