ANALISIS KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK METANOL DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI SECARA IN VITRO DAN IN SILICO


FANI, NURUL IFFAH TAZKIYAH (2026) ANALISIS KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK METANOL DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI SECARA IN VITRO DAN IN SILICO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of H031221017-yQoLa7bqjv5TtOWg-20260818085032.pdf] Text
H031221017-yQoLa7bqjv5TtOWg-20260818085032.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Potensi keanekaragaman hayati di Indonesia sangat besar, pemanfaatkan bahan alam sebagai bahan pengobatan dapat dikembangkan. Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan dan antibakteri alami. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi dan menganalisis kandungan metabolit daun Citrus aurantifolia menggunakan pelarut metanol, serta menentukan aktivitas antioksidan dan antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus secara in vitro dan in silico. Metode. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan: 1) ekstraksi ekstrak metanol daun Citrus aurantifolia; 2) analisis metabolit sekunder dengan LC-MS; 3) uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun Citrus aurantifolia 4) uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun Citrus aurantifolia terhadap E.coli dan S.aureus 5) uji in silico ekstrak metanol daun Citrus aurantifolia. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi menghasilkan rendemen sebesar 9,3%. Hasil analisis dengan LC-MS mengidentifikasi 27 senyawa metabolit sekunder. Aktivitas antioksidan ekstrak MDJN memiliki nilai IC50 sebesar 192,19 mg/L. Aktivitas antibakteri tergolong kuat terhadap E. coli pada konsentrasi 1,0; 5,0 dan 10 mg/L menghasilkan diameter zona sebesar 11,12 - 18,26 mm, sedangkan terhadap S. aureus tergolong kuat hingga sangat kuat dengan diameter zona hambat 14,68 - 22,88 mm pada konsentrasi yang sama. Analisis in silico menunjukkan bahwa senyawa Hesperetin dihydrochalcone merupakan senyawa terbaik dengan nilai ΔG dan Ki berturut-turut sebesar −6,3 kkal/mol dan 24,2 μM pada protein 4A7G, −7,1 kkal/mol dan 6,27 μM pada protein 4ZVI, serta −8,8 kkal/mol dan 0,35 μM pada protein 8HTB. Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun Citrus aurantifolia mengandung senyawa metabolit sekunder berpotensi sebagai agen antioksidan dan antibakteri terhadap E.coli dan S.aureus.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: antibakteri; antioksidan; Citrus aurantifolia; DPPH; molecular docking.
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 07 Oct 2026 06:52
Last Modified: 07 Oct 2026 06:52
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59003

Actions (login required)

View Item
View Item