WARDIMAN, BUDI (2026) EVALUASI MINYAK SERANGGA DAN SABUN KALSIUM MINYAK BLACK SOLDIER FLY TERHADAP BIOHIDROGENASI, PROFIL FERMENTASI DAN STRUKTUR EKOLOGI MIKROBA RUMEN. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P013231020-lK5SvYkaJTF9deRq-20260706124750.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Suplementasi lipid dapat meningkatkan densitas energi ransum dan memodulasi proses fermentatif pada ternak ruminansia, tetapi pemberian dalam bentuk minyak bebas berisiko mengganggu aktivitas mikroba pendegradasi serat. Sumber lipid alternatif berbasis serangga, terutama Black Soldier Fly (BSF), memiliki karakter asam lemak khas yang berpotensi dikembangkan dalam bentuk lipid terproteksi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi minyak dari beberapa spesies serangga dan suplementasi bertingkat sabun kalsium minyak BSF terhadap profil asam lemak, fermentasi, VFA, kecernaan nutrien, produksi metana, serta struktur dan fungsi komunitas mikroba secara in vitro. Metode. Penelitian terdiri atas tiga tahap, yaitu: 1) evaluasi minyak beberapa spesies serangga terhadap fermentasi dan perubahan profil asam lemak pada dua jenis substrat ransum; 2) evaluasi suplementasi sabun kalsium minyak BSF pada level 0,0, 2,5, 5,0, 7,5, dan 10,0% terhadap pH, gas total, amonia, VFA, kecernaan bahan kering (KBK), dan kecernaan NDF; analisis komunitas mikroba menggunakan sekuensing gen 16S rRNA, meliputi keragaman alfa struktur komunitas mikroba. Hasil. Jenis substrat lebih menentukan produksi gas dan kecernaan bahan kering (P<0,05), sedangkan jenis minyak lebih memengaruhi profil asam lemak rumen. Minyak BSF menunjukkan fraksi C12 dan MCFA tertinggi dibandingkan minyak lain (P<0,01). Produksi gas dan kecernaan relatif tidak berbeda antarjenis minyak (P>0,05). Suplementasi sabun kalsium minyak BSF tidak mengganggu pH, total VFA, asetat, propionat, dan rasio asetat:propionat (P>0,05), tetapi level tinggi (7,5–10,0%) menurunkan kecernaan bahan kering dan NDF (P<0,05). Analisis mikrobiota menunjukkan adanya perubahan struktur komunitas secara bergantung dosis berdasarkan alpa diversity, terutama pada level tinggi. Kesimpulan. Minyak BSF berpotensi sebagai sumber lipid fungsional ruminansia, tetapi penggunaannya lebih tepat pada level rendah hingga moderat agar stabilitas fermentasi, degradasi serat, dan keseimbangan komunitas mikroba tetap terjaga.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | asam laurat; lipid terproteksi; MCFA; mikrobiota 16S; VFA; ruminansia. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Fakultas Pertanian > |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 02:40 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 02:40 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58989 |
