A., ST. NUR ADNEN (2026) Pengaruh Ambang Batas Koherensi menggunakan Metoda Pra-Filtering dan Band Math terhadap Kualitas DEM dari Citra InSAR Sentinel-1 pada Wilayah Jeneponto, Pulau Komodo dan Sumba. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
H021221023-CPZLSrHDkzibaYEc-20260818204935.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Pemanfaatan Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) berbasis citra Sentinel-1 menjadi salah satu metode efektif dalam menghasilkan Digital Elevation Model (DEM). Namun, kualitas DEM sangat dipengaruhi oleh nilai koherensi serta metode pemrosesan yang digunakan dalam mengurangi noise phase. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ambang batas koherensi (0,1; 0,3; dan 0,5) serta membandingkan efektivitas metode Pra-filtering dan Band Math dalam meningkatkan akurasi DEM pada tiga wilayah dengan karakteristik berbeda, yaitu Jeneponto, Pulau Komodo, dan Pulau Sumba. Metode. Pemrosesan DEM dari citra Sentinel-1 dilakukan melalui metode Pra-filtering dan Band Math dengan variasi ambang batas koherensi. Evaluasi akurasi kemudian dilakukan dengan membandingkan hasil DEM terhadap data referensi LiDAR ICESat-2 (ATL08) menggunakan parameter pengujian statistik RMSE dan MAE. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambang batas koherensi 0,1 secara konsisten menghasilkan akurasi terbaik di seluruh wilayah. Nilai RMSE terendah diperoleh di Pulau Sumba sebesar 12,538 m, diikuti Jeneponto sebesar 17,67 m dan Pulau Komodo sebesar 22,146 m, dengan peningkatan akurasi berkisar antara 29% hingga 73% dibandingkan tanpa penerapan threshold. Sebaliknya, peningkatan threshold menjadi 0,3 dan 0,5 menyebabkan kenaikan error akibat berkurangnya piksel koheren yang memicu diskontinuitas phase (over-masking). Kesimpulan. Penggunaan ambang batas koherensi 0,1 merupakan yang paling optimal. Dari sisi metode, Band Math lebih efektif pada wilayah dengan topografi relatif stabil dan koherensi tinggi seperti Sumba dan Jeneponto, sedangkan Pra-filtering lebih optimal pada wilayah bertopografi kompleks seperti Pulau Komodo karena kemampuannya dalam mereduksi noise melalui coherence masking.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | InSAR, Sentinel-1, DEM, koherensi, Pra-Filtering, Band Math, ICESat-2. |
| Subjects: | Q Science > QC Physics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Fisika |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 02:29 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 02:30 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58965 |
